Reuter’s Poll : Pengeluaran Rumah Tangga Jepang Akan Mengalami Penurunan

Sebuah jajak pendapat dari Reuters mengatakan bahwa laju pengeluaran sektor rumah tangga di Jepang kemungkinan akan mengalami penurunan selama empat bulan berturut-turut di bulan Januari, seiring kenaikan pajak penjualan yang terus melukai sektor konsumen.

Jajak pendapat terhadap 16 ekonom yang disurvei menunjukkan bahwa pengeluaran sektor rumah tangga diperkirakan turun sebesar 4.0% di bulan Januari dari periode yang sama di tahun sebelumnya, setelah mengalami penurunan sebesar 4.8% di bulan Desember.

Akan tetapi di tingkat bulanan diperkirakan pengeluaran rumah tangga naik 0.9% di Januari, reboun dari penurunan 1.7% di bulan sebelumnya.

Para analis juga mengatakan bahwa faktor cuaca yang hangat di bulan Januari telah menimbulkan tekanan laju penjualan barang kebutuhan konsumen musiman seperti pakaian musim dingin.

Salah seorang ekonom senior di SMBC Nikko Securities, Koya Miyamae mengatakan bahwa konsumen menahan diri dari meningkatkan pengeluaran mereka setelah kenaikan pajak penjualan serta musim dingin yang dinilai lebih hangat diras membebani pengeluaran mereka.

Para ekonom juga mencatat bahwa dampak dari virus corona terhadap aktifitas ekonomi baru akan sepenuhnya terlihat dalam beberapa bulan kedepan.

Hal ini disampaikan oleh Kenta Maruyama selaku ekonom di Mitsubishi UFJ Research and Consulting, yang mengatakan bahwa warga Jepang menahan diri untuk tidak keluar selama bulan Februari karena wabah virus, yang kemungkinan akan memperlihatkan dampaknya terhadap laju pengeluaran konsumen dalam beberapa waktu mendatang.

Sebelumnya dilaporkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Jepang mengalami penyusutan di laju tercepatnya dalam hampir enam tahun terakhir pada kuartal keempat lalu, karena pajak penjualan yang dinaikkan menjadi 10% dari 8% pada Oktober tahun lalu, yang mana hal ini memberikan tekanan bagi laju pengeluaran konsumen dan bisnis, sehingga semakin meningkatkan risiko terjadinya resesi di tengah kondisi yang semakin parah akibat penyebaran wabah virus yang mendatangkan hambatan bagi aktifitas ekonomi global.(WD)

Related posts