Reuter’s Poll : Pengeluaran Rumah Tangga Jepang Meningkat Di Bulan Juli

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters menyebutkan bahwa laju pengeluaran sektor rumah tangga Jepang di bulan Juli kemungkinan akan mengalami peningkatan dalam delapan bulan terakhir secara berturut-turut.

Hasil survei ini diluncurkan saat kondisi ekonomi Jepang tengah berada di tengah tanda-tanda yang mengkhawatirkan bagi para pembuat kebijakan Bank of Japan menjelang kenaikan pajak penjualan yang direncanakan akan diterapkan pada Oktober mendatang.

Sebanyak 16 ekonom sepakat bahwa pengeluaran sektor rumah tangga Jepang di bulan Juli diperkirakan telah meningkat 1.1% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Namun hasil jajak pendapat ini masih lebih rendah dari pertumbuhan sebesar 2.7% pada bulan Juni dan jauh dibawah pertumbuhan 4.0% pada bulan Mei sebelumnya.

Koya Miyamae selaku ekonom senior di SMBC Nikko Securities mengatakan bahwa menghabiskan barang musiman seperti pakaian musim panas dan perjalanan wisata, ternyata tidak memberikan kontribusi yang optimal seiring musim hujan yang berkepanjangan serta suhu yang lebih rendah. Untuk itu Miyamae berharap bahwa konsumen Jepang akan segera membelanjakan uangnya sebelum diterapkannya kenaikan pajak penjualan selama kuartal Juli hingga September, namun lebih lanjut beliau menilai bahwa laju pengeluaran kemungkinan akan mengalami pelemahan di bulan Juli.

Pemerintah Jepang dijadwalkan akan menaikkan pajak penjualan menjadi 10% pada bulan Oktober mendatang dari saat ini sebesar 8%. Akan tetapi sejumlah pejabat pembuat kebijakan justru merasa khawatir bahwa retribusi yang lebih tinggi dapat mengurangi laju pengeluaran konsumen.

Laju ekonomi di negeri Matahari Terbut tersebut mengalami pertumbuhan lebih cepat dari perkiraan tahunan sebesar 1.8% pada kurun waktu antara April hingga Juni, yang mana hal ini menandai ekspansi di periode kuartal ketiga secara beruntun, seiring laju konsumsi sektor rumah tangga yang kuat dan investasi bisnis yang mampu mengimbangi tekanan terhadap laju ekspor dari melemahnya laju permintaan pasar global.

Permintaan domestik yang kuat sangat diperlukan guna memberikan dukungan bagi laju ekonomi yang berisiko terjerumus ke dalam jurang resesi akibat dari perlambatan pertumbuhan global serta trade war AS-Cina yang berlarut-larut.(WD)

Related posts