Header Ads

Reuter’s Poll : Pinjaman Bank Cina Akan Melonjak

Jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters terhadap sejumlah ekonom memperkirakan bahwa laju pinjaman bank baru Cina diperkirakan akan mengalami lonjakan hingga ke rekor tertingginya di bulan Januari lalu seiring dukungan secara musiman.

Selain itu disebutkan pula bahwa pertumbuhan kredit kemungkinan dibatasi oleh sejumlah pengetatan kebijakan moneter karena bank sentral Cina tengah terfokus pada langkah pencegahan risiko.

Sejak awal tahun ini bank-bank di Cina cenderung memberikan pinjaman di awal untuk mendapatkan pelanggan yang berkualitas lebih tinggi, sehingga mampu untuk memenangkan pangsa pasar.

Diperkirakan bahwa mereka telah mengeluarkan pinjaman bersih dalam mata uang Yuan hingga senilai 3.5 triliun Yuan ($ 542.06 milliar) selama bulan lalu, yang mencatat kenaikan dari 1.26 triliun Yuan pada bulan Desember.

Berdasarkan catatan yang dikeluarkan oleh Reuters disebutkan bahwa penghitungan pinjaman akan menjadi yang tertinggi dan melampaui nilai 3.34 triliun Yuan yang tercatat pada bulan Januari tahun 2020 lalu.

Pihak PBOC telah meluncurkan serangkaian tindakan sejak awal 2020 untuk mendukung ekonomi yang dilanda virus, namun hal tersebut telah bergeser ke sikap yang lebih stabil dalam beberapa bulan terakhir dan sekaligus mempertahankan suku bunga pinjaman acuan sebagai suku bunga utama pinjaman yang tidak berubah sejak bulan Mei lalu.

Seiring sikap PBOC yang menahan diri untuk melakukan suntikan likuiditas untuk memenuhi permintaan uang tunai yang tinggi menjelang liburan Tahun Baru Imlek, maka harga pasar mulai naik baru-baru ini yang menyebabkan meningkatnya kekhawatiran terhadap pengetatan likuiditas yang lebih cepat dari yang diharapkan.

Pada bulan Januari lalu terlihat bahwa banyak bank komersial di sejumlah kota besar yang memperlambat penerbitan pinjaman properti dan hipotek secara tajam, di tengah kuota kredit yang ketat menyusul pembatasan pinjaman yang lebih ketat diterapkan oleh bank sentral untuk menahan aliran dana ke sektor real estate.

Pertumbuhan jumlah uang beredar M2 secara luas pada bulan Januari terlihat sebesar 10%, dibandingkan dengan 10.1% pada bulan sebelumnya, sementara pinjaman Yuan di tingkat tahunan yang luar biasa diharapkan tumbuh sebesar 12.7% di bulan Januari, lebih rendah dari pencapaian 12.8% di bulan Desember.

Sedangkan total pembiayaan sosial yang merupakan ukuran kredit dan likuiditas yang luas, diperkirakan akan melonjak menjadi 4.45 triliun Yuan dari 1.72 triliun Yuan di bulan Desember.

Salah seorang ekonom di UBS menilai bahwa mengingat pandemi masih menyebabkan ketidakpastian dan permintaan likuiditas musiman yang kuat, maka untuk kedepan pihaknya berharap bahwa bank sentral Cina akan menawarkan likuiditas yang cukup menjelang Tahun Baru Imlek melalui berbagai fasilitas likuiditas.

Hasil survei Reuters juga memperkirakan bahwa normalisasi kebijakan akan dilanjutkan setelah bulan Maret karena kasus Covid-19 di Cina kemungkinan akan mampu diatasi, sehingga pertumbuhan negara tersebut mendapatkan daya tarik lebih lanjut dan situasi pandemi secara global menjadi lebih terkendali.(WD)

Related posts