Header Ads

Reuter’s Poll : RBA Diperkirakan Memangkas Suku Bunga

Mayoritas ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bahwa pada pertemuan kebijakan bulanan Bank Sentral Australia akan memangkas suku bunga acuannya hingge ke level terendahnya dalam sejarah di 0.1%, sebagai upaya mereka untuk meningkatkan lapangan kerja dan memacu pertumbuhan ekonomi Australia.

Sebanyak 21 ekonom dari 25 ekonom dalam jajak pendapat Reuters, mengharapkan pemangkasan suku bunga sebesar 15 basis poin menjadi 0.10%, sementara salah seorang ekonom memperkirakan pemangkasan sebesar 10 basis poin menjadi 0.15%, sedangkan sisanya memperkirakan tidak ada perubahan apapun dalam kebijakan suku bunga RBA.

Salah seorang ekonom di RBC, Su-Lin Ong mengatakan bahwa pihaknya saat ini berpikir bahwa kebijakan Quantitative Easing yang tepat sasaran hanyalah masalah waktu dan pihaknya juga tidak akan mengesampingkan pengumuman kebijakan jangka pendek.

Selain akan memangkas suku bunga acuannya, para analis juga memperkirakan bahwa RBA akan memperluas program pembelian obligasi pemerintahnya, dan ekonom ANZ mengharapkan program QE akan mencapai senilai A$100 milliar, sekaligus menargetkan pembelian obligasi pemerintah Australia dengan tenor antara lima dan sepuluh tahun.

Pada bulan Maret lalu pihak Reserve Bank of Australia telah memangkas suku bunga menjadi 0.25% dan meluncurkan program pembelian obligasi tak terbatas untuk menekan imbal hasil obligasi tenor tiga tahun, sebagai salah satu upaya untuk melindungi ekonomi Australia dari hantaman virus corona.

RBA telah mempertahankan suku bunga tidak berubah sejak Maret, meskipun pada bulan September memperluas fasilitas pendanaan murahnya bagi bank untuk memastikan biaya pinjaman tetap rendah dan sejauh ini mereka telah membeli obligasi pemerintah senilai lebih dari A$60 milliar ($42.52 milliar).

Terkait perubahan sikap RBA, pada pekan lalu Gubernur RBA Philip Lowe telah mengisyaratkan terbukanya peluang untuk pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut, dan mengatakan bahwa dewan kebijakan RBA tengah mempertimbangkan apakah mereka akan memperluas program pelonggaran kuantitatif untuk memasukkan aset obligasi dengan tenor lebih dari tiga tahun.

Berdasarkan hal tersebut maka para analis memprediksi adanya peluang penurunan suku bunga di bulan November mendatang, sehingga memicu terjadinya reli obligasi pemerintah, sekaligus memberikan tekanan bagi mata uang Aussie hingga ke level terendahnya dalam dua pekan terakhir.(WD)

Related posts