Header Ads

Reuter’s Poll : RBA Kemungkinan Mempertahankan Suku Bunga Acuannya

Mayoritas responden dari 32 ekonom dalam jajak pendapatan Reuters mengharapkan Reserve Bank of Australia untuk mempertahankan suku bunga acuannya di 0.75% di pertemuan kebijakan pekan depan.

Dengan demikian bank sentral Australia kemungkinan akan mempertahankan suku bunganya, namun setidaknya diperkirakan akan memangkas satu kali di sebelum akhir tahun, di tengah tanda-tanda ekonomi Australia yang masih berada di jalur lambatnya.

Sebagian besar ekonom mendorong kembali prediksi mereka ke bulan April dari Februari, setelah pada pekan lalu data ketenagakerjaan yang lebih baik dari perkiraan di bulan Desember.

Sebanyak 23 ekonom dari 32 atau sekitar 72% memperkirakan suku bunga akan dipangkas ke 0.5% sebelum bulan Juni hingga akhir tahun ini, dan kemudian diperkirakan akan menjadi 0.25% di awal tahun depan.

Prediksi para ekonom selaras dengan harga pasar yang menunjukkan sedikit pergeseran peluang di bulan Februari. Hingga tahun ini ekonomi Australia yang bernilai A$1.95 triliun ($1.33 triliun) dan memasuki tahun ke-29 dari ekspansi bebas resesi, lonjakan terpanjang di antara negara-negara maju lainnya.

Namun demikian risiko ekonomi mengalami peningkatan selama setahun terakhir, dengan pertumbuhan melambat, laju inflasi yang moderat serta risiko tingkat pengangguran yang semakin tinggi.

Kepala ekonom Westpac, Bill Evans mengatakan bahwa pihaknya berharap RBA akan menurunkan perkiraan pertumbuhan di tahun 2020, sekaligus memprediksi dua kali pemangkasan suku bunga di tahun ini, pada bulan April dan Agustus.

Pada periode kuartal keempat tahun lalu, laju inflasi Australia bergerak lebih tinggi, meskipun sejumlah langkah-langkah inti tetap tenang meskipun terjadi tiga kali pemangkasan suku bunga di tahun lalu.

Bank sentral Australia mengharapkan laju ekonomi mulai memberikan tekanan terhadap inflasi, hanya disaat tingkat pengangguran turun menjadi 4.5% atau bahkan lebih rendah. Hal ini akan menjadi suatu tantangan bagi RBA mengingat tingkat pengangguran saat ini berada di 5.1% dari level terendah 4.9% pada bulan Februari tahun lalu.

Akan tetapi banyak kalangan menilai bahwa kebijakan penurunan suku bunga RBA sejauh ini tidak banyak membantu meningkatkan laju pertumbuhan.

Hasil survei sentimen konsumen menunjukkan pesimisme yang semakin dalam di bulan Januari, saat sektor rumah tangga merasa resah terhadap dampak ekonomi dari bencana kebakaran hutan yang berkepanjangan.

Pada pekan depan RBA akan memberikan perkiraan triwulanan terbaru untuk pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi.

Para analis memperkirakan sedikit penurunan untuk pertumbuhan jangka pendek karena dampak dari bencana kebakaran hutan dan wabah virus Corona yang menyebar dengan cepat, sehingga berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi Cina, yang merupakan negara mitra dagang terbesar dari Australia.

Lebih lanjut Evans dalam sebuah catatannya mengatakan bahwa Westpac telah menyesuaikan prakiraan GDP mereka dari efek kebakaran hutan, sehingga menurunkan laju pertumbuhan GDP di kuartal terakhir tahun lalu dan kuartal pertama tahun ini di kisaran 0.1%, sehingga mencerminkan dampaknya terhadap sektor pariwisata, pertanian dan ritel di tingkat regional, serta ditambah risiko wabah virus Corona terhadap prospek pertumbuhan di negeri kanggur tersebut.(WD)

Related posts