Reuters’s Poll : ECB Akan Menunda Kenaikan Suku Bunga Hingga Tahun Depan

Sebuah jajak pendapat oleh Reuters menyebutkan bahwa Bank Sentral Eropa nampaknya akan menunda kenaikan suku bunga dari rekor terendahnya hingga tahun depan, sekaligus akan meluncurkan kembali penawaran pinjaman jangka panjangnya. Kesimpulan ini muncul akibat dari perlambatan pertumbuhan ekonomi Eurozone, meskipun kenyataan saat ini pasar menilai bahwa kenaikan suku bunga dan program pinjaman tengah dibahas secara aktif oleh ECB.

Andrew Kenningham, kepala ekonom Eropa di Capital Economics, berpikir bahwa para pembuat kebijakan ECB telah melewatkan kesempatan untuk menormalkan kebijakannya dalam siklus saat ini, dan sepertinya ECB ditekan untuk menyediakan akomodasi lebih dalam untuk 6 atau 12 bulan kedepan.

Dua bulan lalu ECB telah menutup program stimulusnya senilai 2.6 triliun Euro, yang mana ini merupakan sebuah keputusan kebijakan yang bertepatan dengan periode melambatnya pertumbuhan di sejumlah negara ekonomi besar di Eropa, di tengah tidak adanya tanda-tanda peningkatan inflasi. Sementara itu lebih dari 90% responden memperkirakan ECB akan menjalankan program pinjaman murah baru

kepada perbankan, dan 84% dari mereka mengharapkan bahwa program ini akan dimulai sebelum bulan Juli mendatang. Beberapa responden bahkan mengatakan bahwa skema Targeted Long-Term Refinancing Operation (TLTRO) yang ditargetkan, dapat diluncurkan pada awal bulan Maret ini.

Marius Gero Daheim, kepala ahli strategi zona Euro di SEB, mengatakan bahwa kesimpulannya adalan program QE tidak berarti stimulus ditarik secara penuh, namun hanya berhenti pada kebijakan penambahan stimulus lebih lanjut, dan jika perlambatan pertumbuhan terjadi di masa yang panjang, maka stimulus lebih lanjut masih dapat ditambahkan pada pertengahan tahun ini.

Daheim juga mengatakan bahwa penawaran pendanaan putaran jangka panjang bagi bank hanya berfungsi untuk mempertahankan jumlah penyediaan likuiditas saat ini serta sekaligus untuk mencegah pengetatan kondisi likuiditas itu sendiri.

Pertumbuhan produk domestik bruto Eurozone diperkirakan tumbuh 1.3% di tahun ini, yang mana ini angka terendah sejak pemungutan suara dimulai untuk periode saat ini pada dua tahun lalu. Untuk laju inflasi diperkirakan tidak akan mencapai target ECB di bawah 2% setidaknya hingga 2022 mendatang. Inflasi rata-rata diperkirakan di kisaran 1.4% di tahun ini, turun dari perkiraan 1.6% pada Januari lalu dan diperkirakan akan tumbuh 1.6% di tahun depan hingga 2021 mendatang.

Saat ini ECB diperkirakan akan menunggu hingga paruh kedua tahun depan sebelum meningkatkan level refinancing mereka. Saat ditanya mengenai kemungkinan terjadinya resesi Eurozone dalam 12 bulan kedepan, respon median dari 50 ekonom lebih menyatakan bahwa potensi resesi hanya 25%, namun persentase ini meningkat menjadi 35% saat ditanya kemungkinan resesi dalam dua tahun kedepan dari sekarang.(WD)

Related posts