Reuters’s Poll : Harga Rumah AS Akan Tumbuh Dalam Laju Paling Lambat

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Reuters, mengatakan bahwa hampir sebanyak 40 analis dan ekonom perumahan memperkirakan harga rumah di AS akan tumbuh dalam laju paling lambat dalam periode hampir setengah dekade terakhir.

Hasil perkiraan ini didasari oleh kelangkaan unit rumah untuk keluarga tunggal serta tingkat hipotek yang lebih tinggi, sehingga membatasi aktifitas di pasar perumahan yang memang sudah berada dalam kondisi harga yang mahal. Dalam hasil survei disebutkan bahwa perubahan dalam pedoman kebijakan suku bunga Federal Reserve, yang mana mereka nampaknya akan menahan suku bunga tanpa adanya batas waktu tertentu, tidak akan memberikan dukungan terhadap prospek harga rumah.

Setidaknya laporan tersebut memberikan gambaran bahwa pasar perumahan tidak akan memberikan kontribusi positif yang besar sebagai kontrsibusi bagi perluasan ekspansi ekonomi AS. Disebutkan bahwa rata-rata harga properti di AS akan naik sekitar 4% di tahun ini, yang mana kenaikan ini mengalami perlambatan dalam dua tahun terakhir.

Lawrence Yun, kepala ekonom di National Association of Realtors, mengatakan bahwa pasar perumahan AS telah mengalami kenaikan harga rumah dalam periode 10 tahun lebih cepat dibandingkan pertumbuhan pendapatan dan hal tersebutlah yang menyebabkan harga rumah menjadi tidak terjangkau untuk saat ini. Yun menilai bahwa saat ini harga rumah telah mencapai level puncaknya sehingga nampaknya tidak mampu untuk melonjak lebih tinggi lagi, sehingga laju pertumbuhan akan lebih bersifat moderat.

Sebuah data terbaru menunjukkan bahwa pasar perumahan tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Hal ini dapat terlihat dari pergerakan indeks komposit S&P/Case Shiller yang mengacu pada harga rumah di 20 wilayah metropolitan di AS, yang menunjukkan harga rata-rata rumah telah mengalami penurunan di tingkat bulanan selama delapan bulan berturut-turut.

Sementara itu Sal Guatieri, ekonom senior di BMO Capital Markets, mengatakan bahwa pasar perumahan di AS telah mereda selama setahun terakhir, seiring tingkat suku bunga yang lebih tinggi, dan mengurangi keterjangkauan konsumen terhadap harga rumah akibat kenaikan sebelumnya. Akan tetapi beliau menilai bahwa akan ada potensi dorongan penjualan jangka pendek akibat dari penurunan tingkat hipotek baru-baru ini, sedangkan dalam tren jangka panjangnya akan terjadi stabilitas di pasar perumahan menyusul laju pertumbuhan ekonomi yang mengalami perlambatan.(WD)

Related posts