RICS : Harga Rumah Di Inggris Terus Melemah Pasca Referendum Brexit

Lembaga survei di Inggris menilai bahwa kondisi saat ini adalah kondisi yang paling suram bagi harga perumahan sejak pemungutan suara Brexit di tahun 2016 silam, seiring laporan yang mengatakan bahwa Gubernur Bank of England, Mark Carney yang memperingatkan jajaran kementerian mengenai kemungkinan jatuhnya harga rumah jika Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa adanya kesepakatan.

Royal Institution of Chartered Surveyors (RICS) mengatakan bahwa indeks keseimbangan harga rumah jatuh ke level terendahnya dalam empat bulan terakhir di -2 pada bulan lalu, jauh lebih rendah dibanding perkiraan para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Kepala Ekonom RICS Simon Rubinsohn mengatakan bahwa ketidakpstian terkait negosiasi Brexit semakin meningkat, sekaligus ditambah dengan komentar dari Mark Carney didepan anggota kabinet pemerintah Inggris. Carney menyampaikan bahwa suku bunga hipotek bisa berputar dan harga rumah kemungkinan hatuh hingga 35% selama tiga tahun pasca Brexit apabila tidak tercapai kesepakatan yang berarti bagi kedua belah pihak.

Akan tetapi pihak BoE sendiri enggan mengomentari pernyataan tersebut dan sedikit mengesampingkan apakah Carney telah mengacu kepada skenario keuangan ekstrem yang digunakan untuk bank stress test yang dilakukan oleh BoE. Secara keseluruhan pasar perumahan Inggris telah melambat sejak pemungutan suara Brexit, dan hal ini jelas terlihat dari data resmi untuk bulan Juli yang menunjukkan kenaikan harga rumah sebesar 3% di tahun ini yang jauh lebih rendah dibanding periode yang sama sebelum saat referendum yang mencatat kenaikan harga rumah hingga 8%.

Kota London mencatat kejatuhan harga rumah setelah sempat mengalami kenaikan sebelum referendum. London sebagai pusat jasa keuangan dunia, sangat rentan terhadap sentimen pasar akibat kekhawatiran mengenai ketidakpastian negosiasi seputar Brexit. Sebeliknya RICS melaporkan bahwa harga perumahan di sebagian besar kota di Inggris, selain London dan sekitarnya, justru mencatat kenaikan yang cukup signifikan meskipun masih dibawah perkiraan pasar. Meskipun mengalami peningkatan, namun laju penjualan rumah sangat lambat dan laju permintaan dari pembeli baru menjadi yang terlemah sejak bulan Maret lalu.(WD)

On Articles

Related posts