Risiko Resesi Paksa BOJ Tidak Lagi Targetkan Inflasi

Dampak penurunan ekonomi dari wabah koronavirus dan konsumsi yang lunak memaksa Bank of Japan untuk mengirim pesan lebih kuat bahwa bank tidak lagi cenderung mengejar target inflasi 2% yang sulit dipahami, menurut sumber yang mengetahui.

Setelah bertahun-tahun mencoba menaklukkan deflasi dengan menetapkan target harga yang ambisius, prospek pemulihan Jepang yang semakin menipis dan alat-alat kebijakan yang semakin berkurang telah membuat BOJ lebih terbuka untuk mengakui bahwa yang terbaik yang bisa dilakukan adalah menjaga ekonomi tetap bertahan, kata sumber tersebut.

Kebutuhan untuk melindungi ekonomi terbesar ketiga di dunia dari penurunan tajam telah menjadi tugas yang lebih mendesak bagi BOJ, terutama karena risiko eksternal seperti perang perdagangan China-AS dan wabah koronavirus di China melemahkan kemampuannya untuk menciptakan siklus pertumbuhan yang baik. .

“Sementara target inflasi tetap dianggap penting, fokus kebijakan BOJ telah bergeser ke arah menjaga ekonomi pada jalur pemulihan yang berkelanjutan,” kata salah satu sumber.

Ekonomi terbesar ketiga di dunia itu menyusut pada laju tercepat dalam enam tahun pada kuartal Desember karena konsumsi lunak. Beberapa analis melihat Jepang terjerumus ke dalam resesi ketika wabah koronavirus mengganggu rantai pasokan dan melanda pariwisata.

Related posts