Safe Haven Menjauh dari Yen Jepang

Yen Jepang diperdagangkan mendekati level terendah sembilan bulan terhadap dolar pada hari Kamis karena sentimen risk appetite meningkat pada harapan bahwa China akan terus mengambil langkah-langkah untuk mengimbangi dampak ekonomi dari wabah koronavirus.

Yuan China bertahan stabil terhadap dolar dalam perdagangan luar negeri sebelum penurunan suku bunga acuan utama negara itu pada Kamis.

Yen yang pada awalnya dibeli sebagai aset safe haven ketika wabah virus di provinsi Hubei di China tengah mengguncang pasar keuangan bulan lalu.

Namun, pembelian yen mulai memudar karena pertumbuhan jumlah kasus baru virus di daratan China mulai melambat. Pemerintah China siap untuk mengambil langkah-langkah lebih drastis untuk mendukung perusahaan yang terkena virus adalah faktor lain yang telah mengurangi permintaan untuk investasi safe-haven.

“Jatuhnya yen begitu mendadak sehingga bisa melambung kembali sedikit dalam jangka pendek,” kata Yukio Ishizuki, ahli strategi valuta asing di Daiwa Securities di Tokyo.

“Namun, sentimen menjauh dari risk-off karena China akan menggunakan semua upayanya untuk mendukung ekonominya.”

Related posts