Header Ads

Saudi dan Rusia Diam-Diam Naikkan Pasokan

Harga minyak mentah pada perdagangan Kamis (4/10) terkoreksi dari level harga tertinggi empat tahun yang dicapai pada sesi sebelumnya. Koreksi harga minyak karena tertekan oleh meningkatnya cadangan minyak AS dan setelah sumber mengatakan Rusia dan Arab Saudi mencapai kesepakatan pribadi pada September untuk meningkatkan produksi minyak mentah.

Minyak mentah Brent berjangka diperdagangkan pada $ 85,85 per barel, turun 44 sen, atau 0,5 persen, dari level penutupan terakhir sebelumnya. Brent pada hari Rabu mencapai level harga tertinggi empat tahun $ 86,74 per barel.

Minyak mentah acuan AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 30 sen, atau 0,4 persen, di $ 76,11 per barel.

Data pekan lalu menunjukkan jauh lebih signifikan dari yang diperkirakan. Peningkatkan cadangan minyak mentah komersial AS, yang umumnya menunjukkan bahwa harga minyak harus jatuh.

Stok minyak mentah AS naik hampir 8 juta barel pekan lalu menjadi sekitar 404 juta barel, kenaikan terbesar sejak Maret 2017, data Administrasi Informasi Energi menunjukkan pada hari Rabu.

Rata-rata tingkat pemanfaatan kilang Midwest mingguan AS turun menjadi 78,9 persen, terendah sejak Oktober 2015.

Sementara itu, produksi minyak mentah AS tetap pada rekor tertinggi 11,1 juta barel per hari (bpd).

Reuters melaporkan, Rusia dan Arab Saudi mencapai kesepakatan pribadi pada bulan September untuk meningkatkan produksi minyak untuk “mendinginkan” kenaikan harga. Ini dilakukan mereka sebelum berkonsultasi dengan produsen lain, termasuk anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Tindakan Rusia dan Arab Saudi dikarenakan pasar yang memanas menjelang sanksi AS terhadap sektor minyak Iran, yang akan dimulai pada 4 November, dan banyak analis memperkirakan akan merosot sekitar 1,5 juta bph dari pasar.

Di sisi permintaan, ada kekhawatiran yang meningkat bahwa harga minyak yang tinggi dan melemahnya mata uang negara-negara berkembang menciptakan campuran inflasi yang bisa meracuni pertumbuhan dan dapat mengikis permintaan bahan bakar dan pertumbuhan ekonomi.

Related posts