Sebanyak 800 Ribu Pekerja Pemerintah Terkena Dampak Government Shutdown

Dampak government shutdown secara parsial baru dirasakan di hari pertama pasca libur Natal, setelah terjadi kebuntuan masalah anggaran antara Presiden Donald Trump dengan Kongres pada akhir pekan lalu.

Sejak dimulai pada Jumat malam lalu, penutupan ini nampaknya masih akan berlanjut menyusul pernyataan Trump bahwa government shutdown ini akan tetap berlangsung hingga pihak Demokrat setuju untuk membangun tembok perbatasan antara AS-Meksiko, yang dinilai akan mencegah masuknya unsur-unsur kejahatan, termasuk narkoba.

Saat ditanya mengenai kapan pemerintah akan sepenuhnya membuka aktifitasnya kembali, Trump menjawab bahwa dirinya tidak bisa mengatakan hal tersebut sembari merujuk kepada pihak Demokrat sebagai pihak yang gigih menentang dibangunnya tembok perbatasan tersebut.

Trump berargumen bahwasanya aliran narkoba dan imigran gelap hanya bisa dicegah dengan membangun tembok besar di sepanjang perbatasan kedua negara. Sementara pihak Demokrat menentang dibangunnya tembok dan lebih suka dengan memompa anggaran ke sisi teknologi dan cara lainnya untuk mengontrol akses ke perbatasan.

Akibat dari kebuntuan untuk menentukan seberapa banyak yang dibelanjakan dan bagaimana membelanjakannya, sebagian aktifitas sektor pemerintahan federal ditutup akibat ketiadaan dana untuk sejumlah departemen dan kembaga yang mencakup 25% dari pemerintah Washington.

Dampak di sektor tenaga kerja terlihat saat sekitar 800 ribu pekerja pemerintah harus menunggu hingga pemerintah dibuka kembali untuk mendapatkan pembayaran upah kembali. Trump mengklaim bahwa sebagian dari pekerja tersebut telah berkomunikasi dengannya dan memberikan dukungan untuk dibangunny tembok perbatasan.(WD)

Related posts