Secara Mengejutkan Fed Memangkas Suku Bunga 50 Basis Poin Akibat Wabah Corona

Dalam pertemuan tingkat darurat Federal Reserve yang belum pernah terjadi sejak krisis keuangan pada 2008. Federal Reserve pada hari Selasa kemarin memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin dalam upaya untuk melindungi ekonomi terbesar dunia dari dampak virus corona, tetapi langkah darurat ini gagal untuk menghibur pasar keuangan AS yang kembali bergolak kareba kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi yang lebih dalam dan bertahan lama.

Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali pandangannya bahwa ekonomi AS tetap kuat, tetapi mengatakan penyebaran virus telah menyebabkan perubahan materi dalam prospek pertumbuhan bank sentral AS.

“Virus dan langkah-langkah yang diambil untuk menahannya pasti akan membebani aktivitas ekonomi, baik di sini maupun di luar negeri, untuk beberapa waktu,” kata Powell dalam konferensi pers tak lama setelah para pembuat kebijakan dengan suara bulat memutuskan untuk menurunkan suku bunga setengah persen poin menjadi kisaran target 1.00% hingga 1.25%.

Menggarisbawahi betapa seriusnya bank sentral memandang situasi yang berkembang cepat, ini adalah penurunan suku bunga pertama di luar pertemuan pembuat kebijakan yang dijadwalkan secara rutin sejak 2008 di puncak krisis keuangan.

“Kami sampai pada pandangan sekarang bahwa inilah saatnya untuk bertindak mendukung ekonomi,” katanya. “Saya tahu bahwa ekonomi AS kuat dan kita akan sampai ke sisi lain dari ini; Saya sepenuhnya berharap bahwa kita akan kembali ke pertumbuhan yang solid dan pasar tenaga kerja yang solid juga. Namun demikian, Powell mengakui bahwa prospeknya tidak pasti dan situasinya “berubah-ubah”.

Related posts