Header Ads

Sefcovic : Inggris Harus Menerapkan Withdrawal Agreement

Wakil Presiden Komisi Eropa Maros Sefcovic mengatakan kepada Parlemen Eropa, bahwa Inggris harus menerapkan Withdrawal Agreement setelah keluar dari Uni Eropa, terlepas dari hasil pembicaraan perdagangan yang sedang berlangsung antara kedua belah pihak.

Sefcovic mengatakan UE berkomitmen untuk mencapai kesepakatan tentang perjanjian perdagangan dan aspek lain dari hubungan masa depan mereka, tetapi kedua belah pihak tetap “berjauhan” dalam masalah perikanan dan apa yang disebut persaingan yang adil.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa tujuan dari mereka adalah untuk mencapai kesepakatan yang akan membuka jalan bagi hubungan baru yang bermanfaat antara UE dan Inggris dan pihaknya akan terus bekerja guna mencapai kesepakatan, namun tidak dengan mempertaruhkan apapun.

Dalam hal ini Inggris memiliki pilihan kedaulatan untuk diambil pada Brexit dan mereka akan menentukan akses masa depan ke pasar internal UE, seperti yang ditekankan oleh ketua pemimpin UE bahwa saat ini semua tergantung dari pihak London untuk memecahkan kebuntuan dalam negosiasi perdagangan.

Saat ini kedua belah pihak memberikan desakan satu sama lain untuk berkompromi untuk menghindari akhir yang menganggu proses Brexit selama lima tahun terakhir, yang tentunya akan menambah penderitaan ekonomi dari krisis virus corona.

Sementara itu Presiden Dewan Eropa Charles Michel menyampaikan kepada Parlemen Eropa, bahwa waktu bagi keduanya sangat singkat dan pihaknya siap untuk bernegosiasi mengenai semua hal, termasuk teks hukum dan Inggris hanya memiliki sedikit keputusan yang harus dibuat dan itu adalah pilihan bebas dan berdaulat dari pemerintahan London, yang mana jawaban berdaulat mereka akan menentukan tingkat akses ke pasar internal Eropa.

Beliau juga mengatakan bahwa 27 anggota Uni Eropa sama-sama bersiap untuk adanya potensi perpecahan mendadak dalam hubungan perdagangan di akhir tahun, tanpa perjanjian kemitraan baru untuk menghindari tarif atau kuota yang akan dimulai di tahun 2021 mendatang.

Michel juga mengatakan bahwa pihaknya tidak membutuhkan kata-kata, namun butuh adanya jaminan yang adil untuk persaingan yang sehat, termasuk menyebutkan tiga poin penting dalam negosiasi perdagangan, yaitu hak menangkap ikan, penyelesaian sengketa, dan aktifitas ekonomi yang adil.(WD)

Related posts