Sejumlah Data Ekonomi Jepang Dirilis Dengan Hasil Mixed

Sejumlah data ekonomi Jepang telah dirilis pada pagi hari tadi, yang mana kesemuanya akan memberikan tanda-tanda laju pertumbuhan di sejumlah sektor ekonomi Jepang, serta sekaligus menunjukkan sampai sejauh mana pelonggaran kebijakan moneter dari Bank of Japan berjalan sesuai dengan yang diharapkan, meskipun nampaknya masih belum mampu untuk mencapai target inflasinya.

Data output industri Jepang dilaporkan naik 1.4% di bulan Februari dari bulan sebelumnya, dan mencatat kenaikan untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir. Angka ini masih lebih tinggi dibandingkan kenaikan 1.0% yang diperkirakan oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters, yang mengikuti penurunan 3.4% di bulan sebelumnya setelah direvisi. Para produsen yang disurvei oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri memperkirakan output industri akan mengalami kenaikan sebesar 1.3% di bulan Maret dan akan kembali mencatat kenaikan 1.1% di bulan April mendatang.

Pemerintah Jepang juga merilis data tingkat pengangguran yang mengalami penurunan di bulan Februari lalu, sementara itu tingkat ketersediaan lapangan kerja tetap stabil di level tinggi. Data sektor tenaga kerja ini setidaknya menggarisbawahi ketatnya pasar tenaga kerja meskipun kenaikan upah dan inflasi masih belum menunjukkan kestabilan.

Tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman dilaporkan turun menjadi 2.3% di bulan Februari lalu, yang mana hasil ini berlawanan dengan median ekonom yang memperkirakan tingkat pengangguran masih akan berada di kisaran 2.5%. Selain itu Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi juga melaporkan rasio antara ketersediaan lapangan kerja dengan jumlah pencari kerja, berada di angka 1.63, atau tidak mengalami perubahan dari bulan Januari lalu dan sesuai dengan perkiraan dari para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Sementara itu Biro Statistik melaporkan data Tokyo Core CPI yang masih tetap berada di angka 1.1% di tingkat tahunan pada bulan Februari, yang belum berubah dari bulan sebelumnya dan sesuai dengan perkiraan dari para ekonom. Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri juga melaporkan laju penjualan ritel di bulan Februari yang naik 0.4%, lebih rendah dibandingkan kenaikan 0.6% di bulan sebelumnya dan jauh dibawah perkiraan kenaikan 0.9% dari para ekonom sebelumnya.(WD)

Related posts