Sektor Bisnis Eurozone Mengalami Perlambatan Di Bulan Oktober

Laju pertumbuhan sektor bisnis di zona Euro mengalami perlambatan jauh lebih cepat dari yang diperkirakan pada bulan ini, akibat tergerus oleh memudarnya tingkat pesanan. Hasil survei di bulan Oktober yang mengecewakan ini kemungkinan akan menjadi perhatian para pembuat kebijakan di bank sentral Eropa, yang diperkirakan akan mengakhiri program pembelian obligasinya dalam waktu kurang dari tiga bulan, meskipun masih banyak hambatan dari timbulnya kekhawatiran terhadap kondisi politik dan perdagangan di kawasan tersebut.

Jan von Gerich selaku analis di Nordea mengatakan bahwa ekonomi di kawasan Euro saat ini jelas mengalami ketidakpastian yang diciptakan oleh trade war serta melemahnya momentum pertumbuhan global, dan pelemahan ini menyebar semakin luas hingga menerpa ekonomi domestik. Lebih jauh Gerich menilai bahwa data PMI yang lemah jelas meningkatkan risiko penurunan prospek pertumbuhan di wilayah tersebut. Saat ini para pejabat pembuat kebijakan di bank sentral Eropa telah memangkas laju pembelian obligasi mereka secara perlahan, sembari berharap bahwa mereka telah melakukan upaya yang cukup untuk meningkatkan pertumbuhan serta laju inflasi, seiring perkiraan bahwa ECB akan tetap mempertahankan kebijakan yang stabil pada pengumuman pertemuan kebijakan hari Kamis besok.

Sebelumnya dilaporkan dari Jerman bahwa pertumbuhan sektor swasta mengalami perlambatan ke laju terlemahnya dalam lebih dari tiga tahun terakhir menyusul sektor manufaktur dan jasa yang kehilangan momentum pertumbuhannya. Pada pekan lalu Kamar Dagang dan Industri Jerman telah memangkas proyeksi pertumbuhan tahun ini serta sekaligus memprediksi perlambatan di tahun depan karena Jerman tengah menghadapi risiko yang meningkat, baik itu dari dalam maupun dari luar negeri.

Gambaran suram juga muncul dari sektor jasa di kawasan tersebut, dengan laporan Services PMI yang jatuh ke level terendahnya dalam dua tahun terakhir ke 53.3 dari 54.7 pada bulan September lalu. Sementara output pengukur indeks, yang dimasukan ke dalam PMI Composite, dilaporkan turun menjadi 51.2 di bulan Oktober dari sebelumnya di 52.7 pada bulan September.(WD)

Related posts