Header Ads

Sektor Bisnis Jerman Jatuh Ke Rekor Terendahnya

Dampak pandemi virus yang semakin merebak di kawasan benua Eropa telah menimbulkan resesi yang semakin dalam di sektor swasta Jerman selama bulan April, seiring sektor jasa dan manufaktur yang mengalami penurunan output.

IHS Markit’s flash composite Purchasing Managers’ Index (PMI), yang melacak aktifitas manufaktur dan jasa dan berkontrbusi bagi dua pertiga laju ekonomi Jerman, dilaporkan turun ke 17.1 dari 35.0 di bulan sebelumnya.

Hasil survei ini mencatat pembacaan terendah dan jika dibandingkan dengan hasil jajak pendapat Reuters terhadap analis, hasil data ini jauh lebih rendah dari perkiraan penurunan ke 31.0.

Ekonom IHS Markit Phil Smith mengatakan bahwa hasil survei untuk bulan April mengungkapkan efek penuh dari pandemi dan lockdown berikutnya terhadap ekonomi Jerman, dengan aktivitas bisnis di sektor manufaktur dan jasa mengalami kejatuhan pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lebih lanjut Smith menyampaikan bahwa jika dibandingkan dengan level terendah di 36.3 saat terjadinya krisis keuangan, hasil data PMI saat ini di 17.1 memberikan gambaran mengejutkan terkait dampak pandemi terhadap sektor bisnis Jerman.

Dalam hal ini sektor jasa paling mengalami pukulan terbesar dari kebijakan lockdown, dengan data sub-indeks PMI untuk sektor jasa yang anjlok hingga menyentuh rekor terendahnya di 15.9 dari 31.7 di bulan sebelumnya.

Terkait pukulan terbesar yang diterima oleh sektor jasa, Smith menyatakan bahwa penyedia layanan menanggung beban pertama dari langkah-langkah penahanan virus, tetapi jatuhnya permintaan dan keterbatasan pasokan juga memberikan dampak bagi produsen.

Survei menunjukkan bahwa pekerjaan turun jauh lebih sedikit daripada output, yang menurut Smith ini mengacu pada skema Kurzarbeit Jerman untuk mengurangi jam kerja yang memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan karyawan meskipun kurangnya pekerjaan dan pesanan yang masuk.

Timbulnya ketidakpastian yang meningkat terhadap sektor pekerjaan berpotensi menimbulkan hambatan bagi pengeluaran konsumen dalam beberapa bulan kedepan, sehingga semakin menyulitkan laju pemulihan ekonomi di saat pandemi dapat dikendalikan.(WD)

Related posts