Header Ads

Sektor Jasa Cina Kembali Mencatat Pertumbuhan

Untuk pertama kalinya sejak Januari lalu sektor jasa Cina kembali menunjukkan pertumbuhan di bulan Mei, seiring pulihnya ekonomi pasca dihentikannya kebijakan lockdown yang ketat terkait pandemi, meskipun lapangan kerja serta permintaan dari pasar luar negeri masih tetap lemah.

Data Caixin/Markit services mencatat kenaikan menjadi 55.0 di bulan Mei dari 44.4 pada bulan April sebelumnya, yang merupakan level tertingginya sejak akhir 2010.

Sektor jasa Cina yang juga dilihat sebagai mesin penggerak lapangan kerja yang berkontribusi sekitar 60% bagi ekonomi negara tersebut, telah mampu berekspansi kembali didukung oleh kenaikan tajam dalam bisnis baru domestik di tengah turunnya pesanan ekspor dalam empat bulan berturut-turut.

Saat ini prioritas utama pemerintah Cina adalah menghindari terjadinya pengangguran dalam skala besar, dengan menargetkan lebih dari 9 juta lapangan pekerjaan untuk wilayah perkotaan di tahun ini.

Pada periode kuartal pertama lalu ekonomi Cina mengalami penyusutan sebesar 6.8% dari periode yang sama setahun sebelumnya, yang mana ini merupakan kontraksi untuk pertama kalinya sejak pencatatan triwulanan dimulai dan hal ini dipercaya oleh para analis akan berlangsung selama beberapa bulan kedepan sebelum aktifitas ekonomi yang lebih luas kembali ke level sebelum terjadinya pandemi.

Salah seorang ekonom senior di Caixin Insight Group, Wang Zhe mengatakan bahwa meskipun menunjukkan laju pertumbuhan namun pekerjaan di sektor jasa tetap mengkhawatirkan, akan tetapi laju permintaan untuk sektor jasa pulih lebih kuat dibandingkan manufaktur, yang lebih dibatasi oleh laju ekspor yang lesu di tengah dampak yang berkelanjutan dari pandemi yang menyebar di luar Cina.

PMI manufaktur Caixin juga menunjukkan kembalinya sektor tersebut ke fase pertumbuhan pada bulan Mei lalu tetapi pada kecepatan yang lebih lambat dari sektor jasa, akibat adanya hambatan yang datang dari lemahnya permintaan global.

Namun demikian hasil temuan dari survei sektor swasta Cina, yang terfokus pada perusahaan berskala kecil yang berorientasi ekspor, menunjukkan adanya momentum dalam sektor jasa dan konstruksi yang menguat sehingga mampu mendukung hasil survei resmi.

Lebih lanjut Wang mengatakan bahwa secara umum peningkatan pasokan dan permintaan masih belum mampu mengimbangi dampak dari pandemi sepenuhnya, sehingga masih dibutuhkan waktu yang lebih banyak bagi perekonomian Cina untuk kembali berada di level normal.

Diketahui bahwa pihak pemerintahan Beijing telah mendorong laju pengeluaran fiskal untuk meningkatkan perekonomian, yang dinilai oleh sejumlah analis bahwa hal ini setara dengan sekitar 5% dari Produk Domestik Bruto Cina.

Hal ini pula yang telah meningkatkan dukungan moneter dari pemerintah Cina, termasuk menurunkan suku bunga utamanya guna mengurangi biaya pinjaman bagi sektor korporasi.(WD)

Related posts