Sektor Jasa Cina Melaju Lebih Cepat

Peningkatan bisnis baru di laju tercepatnya dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir, menjadi faktor utama yang membuat sektor jasa Cina mengalami pertumbuhan yang lebih cepat di bulan November, sehingga mampu menunjukkan pemulihan lebih lanjut dalam laju permintaan konsumen di negara ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.

Services PMI versi Caixin/Markit untuk bulan November dirilis di angka 57.8, dari 56.8 di bulan Oktober sebelumnya, dan lebih tinggi dari perkiraan di angka 56.5 dari para ekonom.

Disebutkan bahwa total jumlah bisnis baru mencapai level tertinggi sejak April 2010 pada November, dengan bisnis ekspor baru berkembang untuk pertama kalinya dalam lima bulan.

Selain itu perusahaan jasa juga melakukan perekrutan lebih banyak pekerja dengan kecepatan yang jauh lebih cepat selama empat bulan berturut-turut di bulan November dan tingkat kepercayaan bisnis meningkat ke level tertinggi dalam lebih dari sembilan setengah tahun.

Permintaan yang lebih kuat memungkinkan perusahaan untuk membebankan sebagian dari biaya yang lebih tinggi kepada klien dengan menaikkan harga output, dengan sub-indeks untuk harga yang dibebankan naik ke tingkat tertinggi sejak Februari 2010.

Meskipun data menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi China secara keseluruhan menjadi lebih seimbang dan berbasis lebih luas, tantangan tetap ada, menyusul masih adanya kasus infeksi Covid-19 yang dilaporkan di sejumlah bagian negara tersebut, yang berpotensi mengurangi aktifitas konsumen.

Ekonomi China diperkirakan akan tumbuh sekitar 2% pada tahun 2020, yang mana ini tercatat sebagai angka pertumbuhan terlemah sejak tahun 1976, akan tetapi masih di atas perkiraan untuk negara ekonomi besar lainnya.

Dalam sebuah pernyataannya pasca merilis data tersebut, Wang Zhe selaku ekonom senior di Caixin Insight Group, mengatakan bahwa pada dasarnya baik sektor manufaktur maupun jasa mengalami pemulihan dalam laju yang lebih cepat seiring pertmintaan luar negeri yang terus meningkat serta peningkatan ketenagakerjaan secara substansial.

Lebih lanjut Wang juga menyampaikan bahwa pihaknya memperkirakan akan berlanjutnya pemulihan ekonomi pasca pandemi dalam beberapa bulan kedepan, dan disaat bersamaan pemerintahan Beijing memutuskan bagaimana secara bertahap menarik kebijakan pelonggaran yang diluncurkan selama epidemi akan membutuhkan perencanaan yang cermat karena ketidakpastian masih ada di dalam dan di luar China.(WD)

Related posts