Sektor Konstruksi Inggris Mengalami Kontraksi Di Bulan April

Sektor konstruksi di Inggris mengalamo kontraksi terbesarnya dalam 23 tahun terakhir, sejak diluncurkannya survey terhadap sektor ini, akibat kebijakan lockdown yang menutup fasilitas pembangunan dan pemasok bahan bangunan akibat pandemi.

UK Construction Purchasing Managers’ Index (PMI), yang dirilis oleh perusahaan data IHS Markit dan Chartered Institute of Procurement and Supply (CIPS), anjlok ke 8.2 di bulan April dari 39.3 di bulan Maret.

Sementara data terendah sebelumnya tercatat di 27.8, saat terjadinya krisis keuangan di tahun 2009, sedangkan jajak pendapat dari Reuters terhadap ekonomi menunjukkan perkiraan penurunan ke kisaran 22.0.

Tim Moore selaku direktur ekonomi di IHS Markit, mengatakan bahwa penurunan cepat dalam output konstruksi Inggris selama bulan April menjadi sorotan dalam periode tersebut, meskipun data PMI untuk manufaktur dan jasa juga berada di rekor rendahnya.

Hal ini diakibatkan oleh penutupan situs yang luas dan penutupan bisnis untuk rantai pasokan yang berarti bahwa sebagian besar sektor konstruksi telah menghentikan semua aktifitas sebagai respon terhadap pandemi Covid-19.

Selain itu data tersebut juga mengkonfirmasi bahwa sektor swasta Inggris secara keseluruhan menyusut pada tingkat tercepatnya.

Markit/CIPS PMI untuk semua sektor merosot ke 13.4, yang merupakan angka terendahnya sepanjang masa, mencerminkan penurunan yang sebelumnya diumumkan dalam survei untuk sektor manufaktur dan jasa Inggris.

Survei terhadap sektor konstruksi menunjukkan laju penurunan kontrak baru karena klien menutup operasi dan harapan untuk tahun depan turun hingga ke rekor terendahnya.

Pada dasarnya pemerintah Inggris tidak meminta pekerjaan konstruksi untuk fasilitas umum untuk menghentikan kegiatannya guna memperlambat penyebaran pandemi virus, tidak seperti perintah penutupan untuk sebagian besar ekonomi.

Tetapi banyak perusahaan bangunan melaporkan penghentian pada bulan Maret karena mereka berusaha untuk mematuhi panduan untuk menjaga jarak pekerja sejauh 2 meter.

Lebih lanjut Moore mengatakan bahwa penurunan aktifitas konstruksi dengan proporsi bersejarah pada bulan April tampaknya akan diikuti oleh pembukaan kembali situs secara bertahap dalam beberapa minggu mendatang, untuk mematuhi tinjauan ketat terhadap langkah-langkah keselamatan.

Namun demikian prospek gangguan di seluruh rantai pasokan akan terus berlanjut dalam jangka panjang serta meluasnya penggunaan skema retensi pekerjaan pemerintah telah diperlukan untuk mengurangi dampak terhadap lapangan kerja.(WD)

Related posts