Header Ads

Sektor Properti Cina Dinilai Mampu Mengimbangi Dampak Trade War

Cina dinilai memiliki sektor yang mampu mengimbangi laju pertumbuhan ekspor yang melambat akibat trade war yang sedang berlangsung, yaitu sektor properti. Hal ini disampaikan oleh Nicole Wong, direktur pelaksana untuk penelitian properti di CLSA, yang mengatakan bahwa sektor tersebut semula menjadi sumber kecemasan terhadap nasib ekonomi Cina, namun saat ini terbukti mampu menjadi penyelamat sementara dalam menghadapi tekanan tarif impor dari AS.

Pihak berwenang Cina kemungkinan akan mendorong harga properti yang sudah mengalami peningkatan saat ini, guna membantu laju pertumbuhan ekonominya. Lebih lanjut Wong mengatakan bahwa dengan berlangsungnya trade war saat ini, kemungkinan kebijakan pasar properti Cina akan berputar haluan, seiring besarnya risiko kehilangan pekerjaan bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kemampuan mumpuni.

Seperti diketahui bahwa ambisi Presiden AS Donald Trump untuk menargetkan tarif bea masuk bagi barang-barang produk Cina, merupakan suatu upayanya untuk menyeimbangkan perdagangan antara kedua negara, sekaligus juga memberikan tekanan kepada Beijing untuk secara mendasar mengubah kebijakannya di sektor industri dan komersial. Pemerintah Cina telah menanggapinya dengan penetapan tarif bea masuk mereka sendiri, namun impor Cina jauh lebih sedikit dibandingkan impor AS.

Untuk itu pemerintah Cina berusaha untuk merangsang ekonominya dengan membiarkan mata uang Yuan bergerak lebih rendah terhadap US Dollar serta mendorong sektor perbankan untuk meminjamkan lebih banyak uang. Kenaikan harga properti dinilai mampu untuk menstimulasi ekonomi dengan beberapa cara, seperti mendorong pembeli properti untuk melakukan pembelian lebih cepat sebelum ada kenaikan biaya. Selain itu dengan harga properti yang lebih mahal maka akan semakin banyak arus kas yang masuk ke dalam ekonomi riil. (WD)

Related posts