Sentimen Bearish Pasar Menekan Harga Minyak Global

Meningkatnya persediaan minyak AS di terminal penyimpanan di Cushing, Oklahoma dilaporkan meningkat seiring aktifitas kilang minyak yang meningkat di tengah laju permintaan minyak yang masih lemah.

Hingga memasuki sesi perdagangan AS malam ini, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate terpantau turun hingga 12.18%, seiring sentimen bearish yang semakin kuat akibat perkiraan konsumsi minyak dunia yang dirilis oleh OPEC dan lembaga IEA.

Industri minyak telah mengurangi produksinya dengan cepat tajam guna mengimbangi penurunan permintaan bahan bakar hingga 30% di seluruh dunia.

Sementara itu kebijakan pemangkasan produksi yang dilakukan oleh OPEC bersama sekutunya termasuk Rusia, baru akan berlaku di bulan Mei mendatang, yang mana dalam pertemuan OPEC+ terakhir beberapa waktu lalu telah memutuskan untuk mengurangi output sebesar 9.7 juta barrel per hari.

Sejumlah pejabat yang berwenang di sektor perminyakan Arab Saudi telah memperkirakan adanya pengurangan pasokan minyak global dari para negara produsen minyak hingga mencapai hampir 20 juta barrel per hari, termasuk pemangkasan secara sukarela dari negara produsen minyak seperti AS dan Kanada, yang dinilai tidak akan mampu menghidupkan atau mematikan produksi minyak mereka dengan cara yang seperti dilakukan oleh sebagian besar negara-negara anggota OPEC.

Selain itu sentimen pasar yang berada di tengah musim laporan pendapatan turut menjadi penyebab timbulnya tekanan terhadap harga minyak, menyusul perkiraan laporan pendapatan kuartal pertama ini akan menjadi musim pendapatan kuartal terburuk sejak terjadinya krisis keuangan lalu.

Analis memperkirakan bahwa bursa sejumlah perusahaan yang masuk dalam bursa STOXX 600 akan membukukan penurunan laba pendapatan hingga 22% di kuartal pertama, yang akan mewakili penurunan paling tajam sejak terjadinya krisis keuangan global di tahun 2008 silam.

Semua ini bisa terlihat dari ekonomi Jerman yang berada dalam resesi parah serta laju pemulihan yang kemungkinan tidak akan berlangsung dalam waktu yang cepat, mengingat banyaknya pembatasan aktifitas ekonomi di kawasan Eropa akibat pandemi Covid-19.(WD)

Related posts