Header Ads

Sewing : Penurunan Suku Bunga Memiliki Risiko Efek Samping Yang Serius

Chief Executive Officer Deutsche Bank Christian Sewing menyampaikan peringatan bahwa penurunan suku bunga ECB lebih lanjut akan memiliki efek minimal terhadap ekonomi namun mempunyai risiko terjadinya efek samping yang serius.

Peringatan ini dkeluarkan oleh Sewing hanya berselang sepekan sebelum pertemuan kebijakan European Central Bank di bulan September, yang diperkirakan akan lebih condong kepada kebijakan paket stimulus yang mencakup penurunan suku bunga acuan mereka.

Dalam kesempatan berbicara di konferensi perbankan, Sewing mengatakan bahwa para pelanggan Deutsche bank menyatakan bahwa mereka tidak akan berinvestasi lebih banyak jika besaran kredit berada di kisaran 0.10 poin persentase lebih rendah. Beliau menilai bahwa pemangkasan suku bunga hanya akan menaikkan harga aset dan untuk sedikit meringankan beban lebih lanjut dan suku bunga yang lebih rendah akan membantu mereka yang berhutang atai diinvestasikan dalam aset, namun mayoritas populasi tidak akan mendapatkan manfaat yang signifikan.

Akhir-akhir ini sektor perbankan di Jerman dan seluruh Eropa mengeluhkan sejak lama mengenai kebijakan ECB yang mengharuskan bank membayar untuk menyimpan uang mereka di bank sentral yang mana hal ini tentunya melukai para pelanggan mereka.

Sementara itu Eurozone telah merilis data ekonomi yang menggambarkan pertumbuhan bisnis di Eurozone mengalami laju yang lebih cepat dari perkiraan di bulan lalu. Akan tetapi pertumbuhan industri jasa di kawasan tersebut hanya mampu mengimbangi sebagian dari perlambatan di sektor manufaktur Eurozone.

IHS Markit’s Euro Zone Composite Final Purchasing Managers’ Index, yang dianggap sebagai acuan untuk kesehatan ekonomi secara keseluruhan, berada di angka 51.9 di bulan Agustus dari 51.5 di bulan Juli sebelumnya. Angka ini masih lebih tinggi dibandingkan pembacaan awal di angka 51.8, namun masih diatas level 50 yang memisahkan antara pertumbuhan dengan kontraksi.

Chris Williamson, kepala ekonom bisnis di IHS Markit, mengatakan bahwa zona Euro masih tetap terperosok dalam kondisi pertumbuhan yang lebih lemah dan tidak seimbang di bulan lalu. Lebih lanjut Williamson mengatakan bahwa PMI menunjuk kepada laju pertumbuhan ekonomi yang hanya 0.2% di kuartal ini, yang sesuai dengan perkiraan dalam jajak pendapat Reuters.

Sub-indeks pekerjaan jasa merosot ke 53.2 dari 53.5, terendah sejak awal tahun, dan keseluruhan sub-indeks output masa depan turun ke level terendah lebih dari enam tahun di 55.4 dari 58.8. Namun demikian para pembuat kebijakan di bank sentral Eropa, yang secara luas diperkirakan akan melonggarkan kebijakan moneternya di pekan depan, menyatakan bahwa indikator ekonomi masih menyiratkan tidak adanya perubahan haluan dalam waktu dekat.(WD)

Related posts