Header Ads

Sterling Berpotensi Menuju Resistance Weekly Dilevel 1.2745

Poundsterling naik untuk hari kedua secara beruntun pada perdagangan hari Selasa kemarin tetapi kekhawatiran tentang keberangkatan yang tidak teratur dari Uni Eropa masih membatasi kenaikan pound. Kenaikan pound didukung dari janji Presiden AS Donald Trump atas kesepakatan perdagangan “fenomenal” pasca-Brexit.

Pound telah turun selama empat minggu berturut-turut, dilanda kekhawatiran bahwa Inggris akan keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober tanpa kesepakatan tentang persyaratan, serta data Inggris yang lemah.

Trump, yang tiba di Inggris pada Senin kemarin, memuji tokoh garis keras Brexit Boris Johnson dan Nigel Farage.

Pelemahan dollar AS juga membantu penguatan pound setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyinggung kemungkinan penurunan suku bunga dalam menghadapi risiko ekonomi, termasuk perang perdagangan global.

Bank sentral AS akan merespons “sebagaimana layaknya” untuk perdagangan dan lainnya seperti ‘headwinds’, kata Powell dalam sebuah pernyataan singkat yang dimasukkan sebagai bagian dari pidato tentang masalah kebijakan moneter yang lebih luas. Powell mengatakan The Fed “memantau dengan saksama implikasi” dari sengketa perdagangan yang, sejak pertemuan terakhir The Fed, mengganggu pasar obligasi dan ekuitas global dan menimbulkan risiko bagi AS dan pertumbuhan ekonomi dunia.

Secara teknikal, pound mencoba menguji resistance weekly dikisaran 1.2745 yang dapat dijadikan momentum SELL dengan batas resiko $1.2785. Sementara support H4 dikisaran 1.2660-1.2670 dapat dijadikan sinyal BUY dengan batas resiko 1.2625.

Related posts