Surplus Perdagangaan Antara Korea Selatan Dan AS Menipis

Surplus perdagangan Korea Selatan dengan AS dilaporkan menipis di tahun lalu, sekaligus menandakan penurunan di tahun ketiga berturut-turut, di tengah lonjakan impor minyak dan gas dari AS untuk menghindari perselisihan perdagangan dengan negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Departemen Perdagangan, Industri dan Energi melaporkan surplus perdagangan Korea dengan AS mengalami kontraksi sebesar 22.9% menjadi $13.8 milliar di sepanjang tahun 2018 lalu dari setahun sebelumnya, bahkan penurunan ini terjadi di saat meningkatnya perdagangan bilateral hingga 10.3% ke rekor tertingginya senilai $131.6 milliar.

Tingkat ekspor Korea Selatan ke AS dilaporan bernilai $72.7 milliar atau naik 6.0%, yang mana kenaikan ini lebih cepat dibandingkan kenaikan dalam ekspor tahunan Korea Selatan secara keseluruhan di tahun 2018 yaitu sebesar 5.4%. Secara detail dilaporkan untuk pengiriman produk semikonduktor mengalami lonjakan 90.6%, produk mesin naik 32.4%, produk minyak mencatat kenaikan 15.7% selama tahun lalu.

Sementara itu untuk ekspor otomotif ke pasar AS mengalami penyusutan 6.9% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Untuk ekspor produk seluler dan produk karet masing-masing turun 6.2% dan 2.2% di tahun lalu. Produk Korea Selatan memberikan kontribusi hingga 2.9% dari pasar AS selama 2018, yang tidak berubah selama empat tahun terakhir.

Sedangkan untuk impor dari AS mengalami kenaikan 16.2% di tingkat tahunan menjadi $58.9 milliar di tahun lalu, yang sebagian besar disebabkan oleh lonjakan tajam di impor energi guna memberikan ketenangan pada pemerintahan Trump yang tidak menyukai defisit perdagangan AS dengan Korea Selatan. Selama tahun lalu impor Korea Selatan untuk minyak mentah AS mengalami lonjakan hingga 520.1% dari tahun sebelumnya, sementara produk gas alam melonjak 179.2% dan produk liquefied petroleum gas naik 50.3%.

Untuk perdagangan jasa antar kedua negara mencatat kenaikan 7.2% di tingkat tahunan menjadi $45.2 milliar. Ekspor layanan Korea pada 2017 mencapai $ 14,9 miliar, sedikit naik dari $ 14,6 miliar pada 2016. Untuk impor jasa dari AS meningkat 10.3% di tingkat tahunan menjadi $31.3 milliar dalam periode yang sama.

Perjanjian perdagangan antara AS-Korea Selatan telah direvisi yang mulai berlaku pada 1 Januari tahun ini, setelah pihak Washington dan Seoul telah membuat amandemen terhadap perjanjian sebelumnya yang berlaku sejak 2012 lalu, atas permintaan pemerintah AS yang mengeluhkan terjadinya peningkatan defisit perdagangan AS dengan Korea Selatan.(WD)

Related posts