Header Ads

Surplus Perdagangan Australia Menyusut

Penurunan laju ekspor ke Cina sebagai mitra dagang utama dari Australia telah menyebabkan surplus perdagangan barang di negeri kangguru tersebut mengalami penurunan hingga ke level terendahnya dalam dua tahun terakhir.

Anjloknya tingkat ekspor ke Cina disebabkan oleh pemberlakuan sejumlah kebijakan pembatasan aktifitas ekonomi, di tengah sengketa perdagangan yang mengalami peningkatan secara signifikan.

Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan data awal surplus perdagangan barang Australia yang mengalami penurunan menjadi A$ 1.9 milliar atau sekitar $ 1.43 milliar selama bulan November, dari sebelumnya di angka A$ 4.7 milliar pada bulan Oktober.

Laju penurunan ini merupakan yang pertama kalinya sejak surplus perdagangan di Australia mengalami penurunan di bawah angka A$ 2 milliar pada November 2018 silam.

Hal ini diakibatkan oleh penurunan laju ekspor ke Cina hingga mencapai A$ 1.2 milliar atau sekitar 10%, ditambah dengan meningkatnya laju impor dari negara ekonomi terbesar Asia tersebut sebesar A$ 889 juta atau sekitar 11% dari total jumlah impor barang dari Cina ke Australia.

Sebelumnya diberitakan bahwa Cina telah menghentikan pengiriman batu bara dari Australia, sembari memberlakukan tarif yang cukup tinggi terhadap sejumlah produk pertanian Australia, seperti barley, daging sapi, lobster dan anggur.

Kebijakan penerapan tarif yang besar oleh pemerintah Cina terhadap beberapa hasil produk pertanian Australia ini, berawal dari kemarahan pemerintahan Beijing terkait seruan Australia untuk adanya penyelidikan global terhadap asal-usul virus corona.(WD)

Related posts