Header Ads

Tankan’s Survey : Kepercayaan Bisnis Jepang Meningkat

Tingkat keyakinan di sektor manufaktur utama di Jepang telah mengalami pemulihan lebih lanjut setelah mengalami keterpurukan ke level terburuknya sejak krisis keuangan global, yang diakibatkan oleh pandemi virus corona.

Survei bisnis Tankan di bulan Desember dari Bank of Japan, yang merupakan jajak pendapat dalam periode kuartal dari sekitar 10 ribu perusahaan, menunjukkan pembacaan di minus 10 diantara produsen besar, setelah mencatat minus 27 di hasil survei sebelumnya, setelah mencatat minus 34 di survei bulan Juni.

Sementara tingkat keyakinan diantara produsen dalam skala yang lebih kecil, meningkat menjadi minus 5, lebih baik dari konsensus pasar di minus 6, setelah di bulan September mencatat minus 12, dan ini menunjukkan laju pemulihan yang stabil dari level terendah di minus 17 di bulan Juni, akan tetapi masih jauh di bawah angka bulan Maret di plus 8.

Angka bulan Juni adalah yang terendah sejak Juni 2009 ketika terjadi guncangan keuangan di seluruh dunia yang menghantam negara ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut.

Survei sentimen bisnis jangka pendek tersebut melaporkan perbedaan antara persentase perusahaan yang optimis dan yang melihat kondisi tidak menguntungkan, jika hasil pembacaan negatif maka berarti lebih banyak perusahaan yang merasa pesimis dibanding optimis, dan hasil ini dianggap sebagai indikator terluas tentang kinerja perusahaan di Jepang.

Hasil pembacaan terbaru dirilis setelah pemerintah Jepang pada pekan lalu telah menyetujui stimulus baru senilai lebih dari $ 700 milliar, untuk mendanai proyek-proyek dari sejumlah langkah anti virus corona hingga green technology, yang serupa dengan ketiga paket stimulus Jepang selama tahun fiskal saat ini.

Data ini juga dirilis menjelang pertemuan kebijakan moneter dari Bank of Japan yang akan dimulai di hari Kamis mendatang, yang diharapkan secara luas untuk mempertahankan alat pelonggaran moneter mereka saat ini, dan kemungkinan juga akan memperpanjang langkah-langkah khusus dalam menghadapi Covid-19.

Tom Learmouth selaku ekonom di Capital Economics dalam komentarnya, mengatakan bahwa rebound tajam hasil survei Tankan di kuartal keempat, telah mendukung pandangan mereka mengenai ekonomi Jepang yang akan pulih dalam waktu yang relatif cepat dari dislokasi yang disebabkan oleh pandemi.

Ekonom UBS Masamichi Adachi dan Go Kurihara dalam sebuah laporan, mengatakan bahwa pihaknya berpikir bahwa Bank of Japan akan menjelaskan bahwa ekonomi akan terus membutuhkan dukungan kebijakan, terutama dengan ketidakpastian yang lebih tinggi akibat datangnya gelombang infeksi ketiga.

Jepang secara resmi keluar dari resesi bulan lalu setelah tiga perempat kontraksi, tetapi ekonomi terbesar ketiga di dunia itu sekarang menghadapi lonjakan infeksi Covid-19, dengan rekor jumlah kasus baru yang dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir.

Saat ini negara tersebut tengah bergulat dengan dampak bencana alam serta kenaikan pajak konsumsi, bahkan sebelum dampak pandemi menimbulkan kelumpuhan ekonomi global, meskipun kebijakan lockdown wajib tidak diberlakukan.

Namun pemerintah Jepang justru meminta warganya untuk tinggal di rumah, ditambah dengan penutupan perbatasan, maka sektor pariwisata, industri perhotelan serta belanja konsumen mengalami pukulan yang sangat keras.(WD)

Related posts