Header Ads

The Fed Menahan Suku Bunga, Namun Membuka Peluang Pelonggaran Kebijakan

Federal Reserve tetap menahan suku bunganya di pertemuan kebijakan mereka pada dinihari tadi, namun masih membuka kemungkinan adanya pelonggaran kebijakan moneter sebelum akhir tahun ini, tergantung dari kondisi ekonomi AS dan pertumbuhan global.

Bank sentral memprediksikan satu atau dua kali kebijakan penurunan suku bunga yang akan mengacu kepada prediksi ekonominya meskipun mereka tidak memberikan petunjuk waktu pelaksanaannya, namun pasar nampaknya masih bertaruh bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga secepatnya di bulan Juli mendatang.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Jerome Powell dalam konferensi persnya bahwa tanda-tanda untuk menjalankan kebijakan yang sedikit lebih akomodatif semakin terlihat untuk saat ini. Dalam pertemuan kebijakan tersebut, para pejabat bank sentral yang tergabung dalam FOMC memberikan suara 9-1 untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 2.25% hingga 2.5%, tidak berubah dari kenaikan yang kontroversial di bulan Desember lalu. Sementara satu orang pejabat yaitu Presiden Federal Reserve of St Louis, James Bullard memilih untuk menurunkan suku bunga.

Komite juga menyadari adanya kekhawatiran mengenai laju pertumbuhan yang lambat. Neil Birrell selaku chief investment officer di Premier Asset Management, mengatakan bahwa dengan mempertahankan suku bunga pada pertemuan saat ini, The Fed tidak mengejutkan para investor, namun jika melihat hasil pemungutan suara nampaknya proses menuju pemangkasan suku bunga tengah berlangsung dan semakin besar kemungkinannya bahwa hal itu akan terjadi di bulan Juli, seiring besarnya harapan pasar obligasi.

Dalam perkiraan mereka untuk inflasi utama tahun ini, para pejabat memangkas estimasi menjadi 1.5% dari 1.8% di bulan Maret lalu. Sementara itu menurut ringkasan proeyksi ekonomi yang dirilis pada hari Rabu waktu setempat, disebutkan untuk inflasi inti kemungkinan saat ini melaju sebesar 1.8% dari 2% di bulan Maret.

Dalam skenario dasar mereka, para anggota FOMC mengatakan bahwa mereka masih mengharapkan masih berlanjutnya ekspansi dalam aktifitas ekonomi untuk bergerak menuju target inflasi 2%, namun tetap menyadari bahwa ketidakpastian terhadap prospek tersebut semakin meningkat.

Dalam pernyataannya pasca pertemuan kebijakan, FOMC mengatakan bahwa komite akan memonitor implikasi informasi yang masuk secara seksama terhadap prospek ekonomi dan akan bertindak sesuai kondisi yang ada untuk tetap mempertahankan laju ekspansi, dengan pasar tenaga kerja yang kuat serta laju inflasi yang stabil untuk mendekati target 2%.

Probabilitas di pasar terhadap adanya pemangkasan suku bunga The Fed di bulan Juli naik menjadi 82.5% dan peluang pemangkasan kedua di bulan Desember menjadi 60.4%. Untuk pertumbuhan GDP tahun ini masih diperkirakan di kisaran 2.1%, sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan masih akan bertahan di level terendahnya dalam 50 tahun yaitu di 3.6%.(WD)

Related posts