Header Ads

Theresa May Berharap Mendapatkan Lebih Banyak Konsensus Dari Uni Eropa

Perdana Menteri Inggris Theresa May akan mencoba untuk memecahkan kebuntuan terhadap kesepakatan Brexit denga menetapkan proposal di parlemen yang diharapkan akan lebih terfokus untuk mendapatkan lebih banyak konsensus dari pihak Uni Eropa.

Dengan sisa tenggat waktu hanya kurang lebih dua bulan kedepan, belum didapat kesepakatan apapun di parlemen Inggris mengenai bagaimana Inggris akan meninggalkan Uni Eropa, bahkan sempat tercetus untuk melakukan referendum ulang apakah Inggris akan benar-benar meninggalkan Uni Eropa.

Setelah kekalahan saat pemungutan suara di parlemen, yang mana 402 dari 650 anggota parlemen menolak proposal kesepakatan dari Theresa May. Sementara upaya untuk membentuk konsensus dengan oposisi Partai Buruh menemui kegagalan, May diharapkan mampu untuk meraih 118 suara dari anggota Partai Konservatif yang ikut menolak serta ditambah dari koalisi dengan partai kecil di Irlandia Utara yang mendukung pemerintahannya, guna meraih konsensus dari Uni Eropa.

Harian Daily Telegraph melaporkan bahwa May tengah mempertimbangkan untuk mengubah Perjanjian Jumat Agung yang dibuat tahun 1998 untuk mengakhiri 30 tahun konflik kekerasan di Irlandia Utara. Dalam berita tersebut dikatakan bahwa sejumlah sumber di Uni Eropa menyampaikan bahwa rencana May tidak akan berhasil karena negosiasi perjanjian internasional yang signifikan akan memerlukan persetujuan dari semua pihak yang terlibat di Irlandia Utara.

Saat ini parlemen Inggris terbagi dua akibat kesepakatan Brexit yang belum menemukan titik temu diantara mereka. Sejak hasil referendum dirilis yang menunjukkan 52% warga Inggris yang memilih untuk meninggalkan Uni Eropa, para politisi di London telah mulai memperdebatkan bagaimana caranya untuk meninggalkan Eropa tanpa harus kehilangan akses ke pasar terbuka Eropa.

Para pendukung Inggris untuk tetap bertahan di Uni Eropa, menilai bahwa langkah Brexit merupakan kehancuran reputasi Inggris yang selama ini dikenal sebagai tujuan investasi sekaligus perlahan melemahkan posisi London sebagai salah satu dari dua ibu kota keuangan dunia.(WD)

Related posts