Tiankai : Cina Berharap Tercapainya Kesepakatan Perdagangan Di KTT G20

Duta besar Cina untuk AS, Cui Tiankai mengatakan bahwa dengan kehadiran mereka di KTT G20 pekan ini, Cina berharap adanya kesepakatan yang dapat dicapai keduanya untuk meredakan tensi ketegangan perdagangan dengan AS, karena AS dan Cina memiliki tanggung jawab bersama untuk bekerja sama dalam kepentingan ekonomi global.

Tiankai juga memberi peringatan terhadap kemungkinan adanya kelompok garis keras AS yang akan berusaha untuk memisahkan ekonomi AS dan Cina yang sebelumnya telah terjalin erat, yang mana ini menjadi konsekuensi keduanya untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Beliau merujuk kepada terjadinya perang tarif antara negara-negara industri duni pada tahun 1930-an, yang berkontribusi terhadap runtuhnya perdagangan global serta menimbulkan ketegangan yang meningkat di antara negara di dunia sebelum terjadinya Perang Dunia II, termasuk terjadinya kondisi keruntuhan ekonomi AS yang disebut Great Depression, yang mana kondisi tersebut membawa kesengsaraan bagi masyarakat AS.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa Cina tidak ingin mengalami trade war dan akan mencari solusi yang tepat untuk dinegosiasikan guna memecah kebuntuan yang berasal dari tuntutan Presiden Donald Trump terhadap konsesi Cina secara luas untuk memperbaiki defisit perdagangan barang AS senilai $375 milliar dengan Cina. Untuk itu diperlukan pendekatan yang seimbang terhadap kekhawatiran kedua belah pihak sebagai kunci bagi solusi masalah perdagangan, namun Tiankai menegaskan bahwa dirinya belum melihat respon yang cukup dari pihak AS terhadap kekhawatiran yang dirasakan oleh Cina.

Kepala ekonom Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan bahwa Trump sangat terbuka untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Cina, namun tetap siap untuk menaikkan tarif terhadap impor Cina jika tidak ada solusi terhadap masalah perdagangan kedua negara tersebut.

Ketika ditanya apakah Cina akan menggunakan kepemilikan mereka terhadap hutang Treasury AS yang berjumlah besar sebagai “senjata” untuk menghadapi AS jika negosiasi perdagangan kembali mengalami kebuntuan, Tiankai mengatakan bahwa dirinya tidak percaya bahwa Beijing akan menjadikan hutang Treasury sebagai alat untuk memuluskan negosiasi tersebut, dengan alasan adanya kekhawatiran bahwa langkah semacam itu dapat menimbulkan guncangan di pasar keuangan.

Sejumlah analis perdagangan dan ekonomi sering mengatakan bahwa Cina dapat memperlambat pembelian mereka terhadap Treasury AS atau bahkan menjualnya untuk memberikan tekanan kepada Washington agar supaya mau menyetujui kesepakatan yang akan diajukan oleh Cina dalam masalah ini.(WD)

Related posts