Tingkat Pengangguran Australia Melonjak Di Bulan Mei

Jumlah warga yang kehilangan pekerjaan di Australia selama bulan Mei lalu dilaporkan bertambah seiring banyaknya lapangan kerja yang hilang akibat dari kebijakan pembatasan aktifitas ekonomi untuk meredam penyebaran virus corona.

Biro statistik menunjukkan tingkat pengangguran naik menjadi 7.1% dari revisi 6.4% di bulan April, lebih tinggi dari estimasi median ekonom yang memperkirakan di angka 6.9%.

Tingkat ketenagakerjaan juga dilaporkan turun 227,700 di bulan Mei setelah sebelumnya turun 607,400 yang direvisi naik pada bulan April, sementara tingkat partisipasi kerja juga mengalami penurunan menjadi 62.9%, masih lebih rendah dari catatan 63.6% dari para ekonom.

Hasil data ini dirilis saat Reserve Bank of Australia tengah menyoroti potensi penurunan ekonomi Australia menjadi lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya, akibat dari kebijakan pembatasan serta pelonggaran kembali secara bertahap.

Saat ini tersisa pertanyaan mengenai seberapa banyak pekerja yang akan tetap dipekerjakan saat subsidi dari pemerintah akan berakhir di bulan September mendatang.

RBA mengatakan bahwa meskipun mereka yang kehilangan pekerjaan serta jam kerja yang lebih sedikit telah mengurang tingkat pendapatan, namun dukungan dari pemerintah telah memberikan kompensasi yang cukup besar.

Dalam risalah rapat kebijakan bulan Juni yang dirilis Selasa kemarin, bank sentral Australia mengatakan bahwa sektor rumah tangga yang sudah menerima pembayaran kesejahteraan telah menerima pembayaran tambahan serta program JobKeeper serta adanya peningkatan dari pembayaran porgram JobSeeker yang mana semuanya telah mendukung peningkatan pendapatan.

Namun demikian masih ada banyak kekurangan tenaga kerja untuk menyerap tenaga kerja yang lebih banyak dalam beberapa bulan kedepan.

Seperti Qantas Airways Ltd yang telah mengerahkan sebangian besar dari sekitar 30 ribu lebih tenaga kerjanya pada Maret lalu, serta perusahaan pesaingnya Virgin Australia Holdings Ltd yang mengalami penurunan hingga 80% dari seluruh tenaga kerjanya, sedangkan Star Entertainment Group Ltd telah memberikan cuti hingga 90% dari 9 ribu karyawannya. P

enutupan aktifitas ekonomi telah memiliki dampak dramatis pada tingkat kepercayaan konsumen dan bisnis, yang mana kedua sektor tersebut mengalami kemerosotan.

Sementara itu tingkat sentimen di antara perusahaan-perusahaan telah kembali menguat di bulan-bulan berikutnya, dan sentimen di sektor rumah tangga dinilai hampir kembali ke level sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Bagian dari prospek yang ditingkatkan adalah keberhasilan pihak berwenang dalam meratakan kurva infeksi baru yang memungkinkannya untuk mengurangi pembatasan penguncian lebih awal.

Untuk kedepannya pemerintah Australia bertujuan untuk membuka kembali sebagian besar aktifitas perekonomiannya di bulan depan, namun akan tetap menutup perbatasan internasional mereka.(WD)

Related posts