Tingkat Pengangguran Inggris Naik

Selama kuartal ketiga lalu jumlah pekerja yang mengalami pemberhentian mencapai rekornya sehingga tingkat pengangguran Inggris melonjak selama periode tersebut, menunjukkan penurunan pasar tenaga kerja dalam laju yang cepat sebelum Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak mengubah langkah-langkah dukungan untuk meredam pandemi.

Office for National Statistics melaporkan bahwa sebanyak 314 ribu pekerja di Inggris diberhentikan dalam tiga bulan hingga September lalu, atau 181 ribu lebih banyak dari periode kuartal kedua sebelumnya hingga mencapai rekornya di periode triwulan.

Selain itu dilaporkan pula bahwa tingkat pengangguran negara tersebut naik menjadi 4.8%, sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan dalam jajak pendapat Reuters dan juga tercatat sebagi level tertingginya di periode kuartalan sejak November 2016 lalu.

Sementara itu publik dan investor mendapat kabar baik seiring berita bahwa vaksin COVID-19 eksperimental dari Pfizer dan BioNTech telah diuji coba secara efektif hingga lebih dari 90%, sehingga membawa harapan besar terkait serangan virus corona.

Ruth Gregory dari konsultan Capital Economics, mengatakan bahwa kenaikan tingkat pengangguran di periode September menjadi 4.8% dari 4.5% di bulan Agustus, menunjukkan bahwa pengurangan sebelumnya dari skema cuti telah memberikan dampaknya, sehingga dengan kebijakan lockdown kedua yang ditetapkan, maka tingkat pengangguran kemungkinan akan naik menjadi sekitar 9% di tahun depan.

Selama kuartal ketiga lalu disebutkan pula bahwa lapangan pekerjaan turun hingga sebanyak 164 ribu, yang mencatat penurunan lebih tajam dari konsensus dalam jajak pendapat Reuters di angka 148 ribu.

Pada pekan lalu Bank of England telah memperkirakan bahwa tingkat pengangguran Inggris akan mencapai 6.3% di akhir tahun ini dan mencapai puncaknya di angka 8% pada kuartal kedua di tahun depan.

Sedangkan pada waktu yang sama Menteri Keuangan Rishi Sunak telah memperpanjang skema cuti terkait virus corona, yang memberikan 80% dari gaji pekerja yang diberhentikan sementara hingga akhir Maret mendatang, sekaligus mengumumkan dukungan lainnya hingga senilai milliaran Pounds.

Dalam sebuah pernyataannya Rishi Sunak mengatakan bahwa angkat tersebut menggarisbawahi skala tantangan yang dihadapi, dan dirinya ingin meyakinkan semua pihak yang merasa khawatir mengenai musim dingin yang akan datang, bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan bagi mereka yang terkena dampak.

BoE mengharapkan sekitar 5.5 juta karyawan akan membutuhkan dukungan dari program ini selama penguncian di seluruh Inggris bulan ini, naik dari lebih dari 2 juta pada bulan Oktober.(WD)

Related posts