Tingkat Pengangguran Italia Naik Di Bulan Mei

Biro statistik nasional Italia, ISTAT melaporkan bahwa tingkat pengangguran di negara tersebut naik menjadi 7.8% di bulan Mei dari bulan sebelumnya yang direvisi naik 6.6%, seiring hilangnya posisi pekerjaan hingga sebanyak 84 ribu selama periode tersebut, sementara survei Reuters terhadap sembilan analis memperkirakan tingkat pengangguran di angka 7.7%.

Pada bulan Mei, tingkat pengangguran kaum muda, yang mengukur pencari kerja berusia antara 15 dan 24 tahun, naik menjadi 23.5% dari 21.5%.

Bulan Mei menjadi bulan ketiga dimana data sektor tenaga kerja memberikan cerminan dari dampak berjangkitnya virus corona di Italia yang terungkap untuk pertama kalinya pada 21 Februari lalu.

Langkah-langkah kebijakan lockdown yang dijalankan oleh pemerintah Italia sebagai upaya untuk mengendalikan infeksi Covid-19, telah menimbulkan tekanan bagi aktifitas ekonomi di segala sektor dan menyebabkan sebagian perusahaan tutup sepanjang bulan Maret dan April lalu.

Tingkat pengangguran anjlok selama periode dua bulan tersebut, saat para warga berhenti untuk mencari pekerjaan serta lebih banyak lagi warga yang kehilangan pekerjaannya.

Kenaikan selama bulan Mei juga memberikan cerminan dari akhir kebijakan penutupan secara bertahap dimana orang-orang di negara tersebut mulai kembali ke pasar tenaga kerja.

Pemerintah dan pihak berwenang di Italia telah menjanjikan dukungan keuangan hingga lebih dari 75 milliar Euro bagi perusahaan dan sektor rumah tangga, dan selain itu Menteri Ekonomi Italia Roberto Gualtieri telah berulang kali mengatakan bahwa tidak ada yang harus kehilangan pekerjaan mereka yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

Namun, data ISTAT pada hari Kamis menunjukkan bahwa dalam tiga bulan hingga Mei sekitar 381 ribu pekerjaan hilang dibandingkan dengan periode Desember-Februari.

Hingga saat pandemi virus terjadi, pasar tenaga kerja Italia mampu bertahan dengan relatif baik, meskipun perekonomian negara tersebut mengalami stagnan secara lebih luas selama lebih dari setahun.

Pada kuartal pertama tahun ini, produk domestik bruto jatuh 5.3% karena wabah virus, penurunan kuartalan paling curam sejak pencatatan dimulai pada tahun 1995.

Sementara untuk kuartal kedua, yang mengalami kebijakan lockdown lebih lama, diperkirakan akan mencatat penurunan tajam, sebelum pada akhirnya mengalami rebound parsial selama paruh kedua tahun ini.

Selama periode tersebut tingkat ketenagakerjaan di Italia secara keseluruhan, yang hingga kini masih menjadi yang terendah di Eurozone, mencatat penurunan menjadi 57.6% di bulan Mei dari 57.9% di bulan April sebelumnya, sehingga tercatat sebagai level terendahnya sejak Desember 2016 lalu.(WD)

Related posts