Tingkat Pengangguran Korea Selatan Meningkat Di Januari

Kondisi pasar tenaga kerja Korea Selatan memburuk hingga ke level yang dianggap krisis, seiring tingkat pengangguran yang berada di level tertingginya sejak 2010 di bulan Januari dan sekaligus mencatat jumlah pengangguran terbesar dalam 19 tahun terakhirnya.

Tingkat pengangguran di bulan Januari dirilis di angka 4.5%, atau naik 0.8 poin persentase dibanding periode yang sama setahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak pasar tenaga kerja Korea Selatan mencatat pengangguran sebesar 5% yang tercatat di tahun 2010 silam pasca terjadinya krisis keuangan global. Jumlah warga Korea Selatan yang tidak mempunyai pekerjaan naik 204 ribu di tingkat tahunan menjadi 1.224 juta, yang mana di level bulanan mencatat angka tertinggi sejak awal milenium di saat mencapai 1.232 juta pengangguran, saat terjadinya PHK besar-besaran pasca krisis bailout di tahun 1998-1999.

Sementara jumlah karyawan baru hanya bertambah sebanyak 19 ribu menjadi 26.232 juta di tingkat tahunan. Untuk laju keuntungan pekerjaan mencatat level terendah dalam lima bulan terakhir dan ini jauh dibawah target pemerintah sebanyak 150 ribu di tingkat bulanan.

Dalam pertemuan kabinet pada hari ini, Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Keuangan Korea Selatan, Hong Nam-Ki mengatakan bahwa tingkat pengangguran saat ini telah berada dalam kondisi “serius” dan beliau bersumpah untuk memobilisasi segala cara untuk memenuhi target ketenagakerjaan. Sebagai upaya untuk mempromosikan kondisi yang lebih baik bagi perusahaan dalam melakukan investasi dan perekrutan, pemerintah akan menciptakan sebanyak dua ribu lapangan kerja tambahan di sektor publik untuk mencapai peningkatan tajam kuota lapangan kerja sektor tersebut sebesar 23 ribu di tahun ini.

Penurunan aktifitas manufaktur yang berkelanjutan dinilai memiliki dampak bagi laju perekrutan pekerja di perusahaan. Sektor lapangan kerja di bulan Januari tahun ini mencatat kondisi yang paling suram dari biasanya jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, di saat sektor tenaga kerja berhasil mencatat kenaikan jumlah lapangan kerja sebanyak 334 ribu pekerjaan.

Sektor manufaktur mencatat pemangkasan pekerjanya hingga sebanyak 170 ribu, yang merupakan penurunan terbesarnya sejak Januari tahun 2017. Sedangkan di sektor ritel mencatat pemangkasan pekerjaan sebanyak 67 ribu, sementara untuk sektor restoran dan akomodasi mencatat pengurangan lapangan kerja hingga sebanyak 40 ribu pekerjaan.

Untuk sektor layanan kesejahteraan sosial dilaporkan berhasil menambah lapangan kerja hingga menyentuh rekor kenaikan sebanyak 179 ribu, sehingga mampu untuk menopang sektor publik dengan sedikit tanda perbaikan di sektor swasta.(WD)

Related posts