Tingkat Pengangguran Selandia Baru Turun, Namun Pertumbuhan Upah Serta Pekerjaan Merosot

Tingkat pengangguran Selandia Baru turun lebih rendah pada kuartal pertama, mendekati level terendah dalam dekade yang dicapai tahun lalu, tetapi pertumbuhan upah yang lamban dan penurunan lapangan kerja mengindikasikan prospek pertumbuhan yang lebih lembut, sehingga mendorong mata uang dollar Selandia baru anjlok hingga 0.5 persen, karena beberapa pelaku pasar menilai adanya potensi penurunan suku bunga.

Peluang penurunan suku bunga resmi (OCR) telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, karena Reserve Bank of New Zealand bergulat dengan prospek momentum ekonomi yang lemah di tengah melambatnya pertumbuhan global.

RBNZ akan melakukan pertemuan kebijakan pada tanggal 8 Mei dan pada bulan Maret mengindikasikan langkah selanjutnya lebih cenderung memangkas suku bunga daripada menaikan.

Data dari Statistik Selandia Baru menunjukkan tingkat pengangguran tergelincir menjadi 4.2 persen pada Januari-Maret, tepat di bawah 4.3 persen pada kuartal sebelumnya, dan sejalan dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Reuters. Tingkat pengangguran turun ke level terendah 10-tahun pada kuartal yang berakhir pada September 2018.

Tetapi penurunan tingkat pengangguran lebih sedikit orang yang berpartisipasi dalam angkatan kerja, karena tingkat partisipasi turun menjadi 70.4 persen dibandingkan dengan harapan jajak pendapat Reuters sebesar 70.9 persen.

Sementara itu jumlah pekerjaan turun 0.2 persen, berbeda dengan perkiraan jajak pendapat dengan mengharapkan kenaikan 0,5 persen. Sedangkan pertumbuhan upah hanya mencapai 0.3 persen dari kuartal sebelumnya, lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi jajak pendapat Reuters 0.5 persen dan pertumbuhan tahunan 2.0 persen versus juga lebh rendah dari prediksi 2.1 persen.

Ekonom senior ANZ Miles Workman mengatakan data konsisten dengan prospek pertumbuhan yang lebih lembut yang secara implisit berada di balik posisi dovish RBNZ.

Dalam sebuah catatan, Workman mengatakan dia terus mengharapkan penurunan suku bunga pada bulan Agustus, “dengan pernyataan kebijakan moneter minggu depan untuk mengatur panggung”. Analis lain mengatakan mereka mengharapkan penurunan suku bunga pada pertemuan minggu depan.

Sentimen bisnis Selandia Baru juga tetap suram pada bulan April, memberikan alasan lebih lanjut bagi RBNZ untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga.

Related posts