Header Ads

Tingkat Upah Riil Pekerja Di Jepang Pada Bulan September Dilaporkan Turun

Tingkat upah riil yang disesuaikan dengan inflasi pekerja di Jepang, dilaporkan turun dalam dua bulan berturut-turut di bulan September, sehingga memberikan tanda-tanda mengkhawatirkan terhadap daya beli konsumen menyusul kenaikan harga bajan bakar dan biaya hidup yang tinggi. Upah riil untuk bulan September dilaporkan turun 0.4% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Penurunan ini menyusul penurunan 0.7% sebelumnya di bulan Agustus yang telah melalui revisi oleh Kementerian Tenaga Kerja Jepang. Bank of Japan merasa khawatir terhadap sejumlah data yang berkaitan langsung dengan laju pertumbuhan upah, karena pertumbuhan upah yang solid akan menghasilkan siklus pendapatan dan pengeluaran rumah tangga yang lebih baik untuk memacu inflasi ke target 2% pasca kebijakan stimulus besar-besaran dalam lebih dari lima tahun terakhir.

Sebelumnya upah riil untuk bulan Juni mengalami peningkatan seiring bonus musim panas, namun sejak saat itu tingkat upah riil mengalami pelemahan seiring harga konsumen yang meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar dan sayuran segar yang mengimbangi kenaikan dalam pembayaran nominal. Tingkat penghasilan nominal tunai dilaporkan naik 1.1% di tingkat tahunan pada bulan September, menyusul kenaikan 0.8% sebelumnya pada bulan Agustus setelah direvisi.

Sedangkan untuk pembayaran upah rutin, yang berkontribusi di penghitungan mayoritas upah bulanan, dilaporkan tumbuh 0.8% sejak awal tahun hingga September lalu, sementara pembayaran upah khusus termasuk bonus tumbuh 13.3% di periode yang sama. Untuk upah overtime yang dipakai sebagai barometer kekuatan aktivitas perusahaan, dilaporkan naik 0.4% per tahun di bulan September, setelah sebelumnya dilaporkan naik 1.3% di bulan Agustus yang telah direvisi.(WD)

Related posts