Tokyo’s Core CPI Tumbuh Stabil 1.0% Di Bulan Oktober

Bank sentral Jepang mendapat sedikit dukungan di tengah perjuangan mereka untuk mencapai target inflasi 2%, yang dinilai ambisius oleh sebagian kalangan, menyusul data Tokyo Core CPI yang stabil. Indeks harga konsumen inti di ibukota, yang dipakai sebagai indikator utama tren pertumbuhan harga konsumen Jepang, stabil di 1.0% pada bulan Oktober, tidak berubah dari bulan sebelumnya dan sesuai perkiraan median pasar.

Sementara indeks harga konsumen keseluruhan di wilayah Tokyo naik hingga 1.5% di bulan Oktober dibanding tahun sebelumnya, yang menandai harga tertingginya sejak Maret 2015, menyusul lonjakan harga sayuran segar hingga 23.4%. Pertumbuhan ini tidak terlepas dari kenaikan harga energi sehingga membantu indeks harga inti, yang tidak mencakup makanan segar, untuk tetap stabil memasuki kuartal terakhir tahun ini.

Meskipun saat ini pemulihan ekonomi Jepang telah memasuki fase stabil, akan tetapi inflasi tetap dibawah target Bank of Japan, sehingga memaksa bank sentral untuk tetap mempertahankan stimulus dalam jumlah besar tanpa mengesampingkan peningkatan biaya. Sejumlah analis memperingatkan munculnya kontraksi selama kuartal ketiga lalu, seiring serangkaian bencana alam yang memberikan hambatan bagi pasokan dan output sektor pabrikan. Selain itu cuaca buruk juga mempengaruhi sektor pertanian sehingga mendukung harga sayuran segar yang berpotensi menimbulkan tekanan di konsumsi swasta.

Koya Miyamae, ekonom senior di SMBC Nikko Securities, menilai bahwa laju Core CPI berpotensi melambat sejak November, seiring berkurangnya dukungan dari kenaikan harga energi, dan nampaknya Jepang harus menunggu hingga akhir tahun depan guna mempercepat laju peningkatan inflasi dengan dukungan dari kenaikan upah. Pekan ini Bank of Japan dijadwalkan merilis kebijakan moneternya, yang diperkirakan masih akan mempertahankan stimulus besar mereka untuk menjaga kebijakan longgarnya serta mempertahankan pandangan optimis terhadap ekonomi, di tengah gesekan perdagangan global serta volatilitas pasar yang menimbulkan keraguan terhadap laju pertumbuhan global.(WD)

Related posts