Header Ads

Trade Wars Memberikan Tekanan Terhadap Harga Minyak Mentah

Harga minyak melemah hingga memasuki sesi perdagangan pasar Eropa, seiring kegelisahan para pelaku pasar akibat penerapan tarif impor AS dan Cina yang meningkatkan ketegangan trade war diantara kedua negara yang memberikan tekanan di pasar global. Washington telah menetapkan tarif impor terhadap 818 barang produk Cina yang masuk ke pasar AS. Cina segera membalas dengan menetapkan tarif impor terhadap 545 barang produk AS yang masuk ke pasar Cina. Sementara itu dilaporkan bahwa pelabuhan utama Cina telah menunda pengiriman barang dari AS. Jatuhnya harga minyak disebabkan oleh respon Cina yang mengancam akan memberlakukan tarif bea masuk sebesar 25% terhadap impor minyak mentah AS.

Pengiriman minyak mentah AS ke Cina hingga saat ini tercatat sebanyak 400 ribu barel per hari atau senilai $1 milliar per bulan dengan harga minyak mentah saat ini. Ancaman penetapan tarif bea masuk minyak mentah AS ke Cina berpotensi membuat harga minyak AS tidak kompetitif di Cina. Salah seorang eksekutif dari China Dongming Petrochemical Group mengatakan bahwa dirinya mengharapkan Beijing segera memberlakukan tarif impor minyak AS. Beliau juga menambahkan bahwa kilang minyaknya telah membatalkan pesanan minyak mentah AS dan akan beralih kepada pasokan minyak dari Timur Tengah atau Afrika Barat sebagai gantinya.

Dengan adanya perang tarif ini maka akan mengurangi pasokan minyak mentah global, menyusul sanksi AS terhadap Iran serta adanya sejumlah gangguan di pengiriman minyak mentah dari Libya. Meskipun Arab Saudi dan Rusia mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan output untuk mengatasi gangguan, namun konsultan energi FGE mengatakan bahwa tidak akan cukup kapasitas pasokan minyak untuk menebus penurunan ekspor minyak dari Iran serta gangguan pengiriman minyak dari Libya dan Venezuela. Lembaga konsultan tersebut juga memberi peringatan bahwa kemungkinan harga minyak akan menembus ke angka $100 per barrel.

Related posts