Header Ads

Trump Berjanji Untuk Menjalin Kerjasama Dengan Inggris Pasca Brexit

Sembari mengutip pernyataan Perdana Menteri Inggris Theresa May yang akan mundur pasca Brexit, Presiden AS Donald Trump berjanji bahwa pihaknya akan menjalin kesepakatan perdagangan dengan Inggris pasca Brexit. Hal ini disampaikan oleh Trump dalam kesempatan kunjungan kenegaraannya ke Inggris.

Dalam hal ini Perdana Menteri Theresa May mengatakan bahwa Inggris dan AS harus bekerja sama untuk menjaga pasar tetap berada dalam kondisi bebas, adil dan terbuka. Banyak pihak yang menilai bahwa jatuhnya kredibilitas Theresa May dalam hal Brexit serta kegemaran Trump untuk mengabaikan konvensi diplomasi modern, telah menjadikan kunjungan negara ini menjadi salah satu kunjungan kenegaraan yang paling tidak konvensional dalam sejarah Inggris baru-baru ini. Sebelumnya menjelang kunjungan tersebut,

Trump mengeluarkan pujian kepada Boris Johnson, mantan menteri luar negeri dan juru kampanye Brexit, sembari menyarankan agar Boris keluar dari Uni Eropa secara tegas, dengan atau tanpa kesepakatan apapun. Brexit adalah langkah geopolitik paling signifikan bagi Inggris sejak Perang Dunia Kedua dan jika itu terjadi, London akan lebih bergantung pada Amerika Serikat karena keterikatannya yang lebih longgar dibandingkan dengan 27 negara anggota UE lainnya.

Kunjungan kenegaraan ini dipakai juga oleh Trump untuk menyerukan kepada negara sekutunya untuk tidak menggunakan teknologi dan peralatan 5G dari Huawei, karena Trump khawatir bahwa hal ini akan memungkinkan Cina memata-matai komunikasi dan data yang sensitif. Meskipun pihak Huawei telah menyangkal hal tersebut, namun sejumlah kalangan menilai bahwa bisa jadi mereka akan menjadi kendaraan bagi intelijen Cina.

Selama pertemuan mereka, Ratu Elizabeth memberi Trump sebuah buku karya Winston Churchill tentang Perang Dunia Kedua sementara istrinya Melania Trump menerima sebuah kotak perak yang dibikin secara khusus.(WD)

Related posts