Trump: Jerman Seperti Tawanan Rusia

Ketegangan kembali terjadi pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Brussels, Belgia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Jerman telah dikendalikan oleh Rusia. Ini bukan pertama kalinya Trump secara verbal melakukan permusuhan dengan suatu negara. Sebelumnya, Trump mengacaukan pertemuan puncak negara-negara Kelompok G7 di Kanada pada bulan Juni lalu.

Tudingan menjurus ke Jerman karena negara di Eropa ini tidak memenuhi kewajibannya terhadap aliansi NATO. Presiden Trump mengkritik keras karena Jerman tidak menjalankan apa yang mereka sepakati pada perjanjian NATO. Berdasarkan perjanjian tahun 2014, NATO menetapkan pungutan 2% dari masing-masing negara untuk pertahanan.

“Sejauh yang saya ketahui Jerman seperti tawanan Rusia,” kata Trump dan menuntut negara-negara yang tergabung pada NATO untuk menggandakan jumlah pengeluaran tersebut menjadi 4% dari produk domestik bruto (PDB), dari rata-rata tingkat pengeluaran sebesar 3.5%. Sedangkan, Jerman hanya menghabiskan 1.24% untuk NATO.

Yang semakin membuat Trump geram adalah dukungan Jerman dalam pembangunan jalur pipa yang akan membawa gas alam Rusia melalui Laut Baltik ke Eropa Tengah. Menurut Trump tidak ada alasan melindungi Jerman karena mereka mendapatkan energi dari Rusia. Sebagai catatan, proyek Jalur pipa Nord Stream 2 adalah usaha komersial swasta. Namun demikian, pemerintah Jerman sudah memberikan persetujuan untuk proyek tersebut.

Angela Merkel, Kanselir Jerman menegaskan, Jerman tidak berada di bawah kendali Rusia. “Saya telah mengalami sendiri bagaimana Jerman dikendalikan oleh Uni Soviet,” terangnya. Ke depan, Merkel menekankan hubungan Jerman dengan AS tetap berjalan bersama. Ia juga berkomitmen terhadap pertahanan kolektif.

Related posts