Header Ads

Trump Kecam Balik China Karena Berlakukan Tarif Pada Produk Pertanian AS

Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengecam balik China karena menarget produk-produk pertanian AS dengan tarif baru. Dalam cuitannya di Twitter, Trump mengatakan bahwa usaha China untuk memperoleh keuntungan dagang dari AS ini akan mengalami kegagalan.

Beijng baru-baru ini memberlakukan tarif baru terhadap sejumlah produk pertanian AS termasuk kedelai, jagung, gandum, kapas, beras, daging sapi, daging babi, daging ayam, ikan, produk susu, kacang-kacangan dan sayur-sayuran.

Langkah China ini merupakan bagian dari balasan perang tarif yang dilancarkan Trump terhadap China dalam upaya mendorong Beijing membuka lebih jauh pasarnya dan mengakhiri apa yang dianggap oleh perusahaan AS sebagai persyaratan yang memberatkan karena diharuskan berbagi informasi teknologi jika ingin membuka usaha di China.

AS memiliki defisit perdagangan yang kronis dengan China, yang menurut Trump nilainya mencapai 517 miliar dolar pada 2017. Namun hal ini merupakan sebuah angka yang sebetulnya dilebih-lebihkan oleh Trump karena pemerintah AS sendiri secara resmi menyatakan defisit sesungguhnya adalah 375.6 miliar dolar.

Dengan tarif baru itu, sejumlah petani AS, banyak di antara mereka adalah pendukung politik terbesar Trump pada pemilu 2016, telah mengungkapkan kekecewaan mereka terkait penjualan mereka yang menurun.

Memperhitungakan pemilu Kongres akan berlangsung kurang dari empat bulan lagi, Trump mencoba mengatasi kekecewaan para petani ini dengan menyatakan bahwa pemerintahnya akan menyediakan bantuan sebesar 12 miliar dolar bagi para petani yang terkena imbas dari perang tarif. Trump mengatakan bahwa tarif yang diberlakukannya itu diperlukan untuk memaksa pemerintah-pemerintah asing memperbaiki kesepakatan dagang mereka dengan AS.

Gedung Putih menyatakan bahwa perang tarif memang menimbulkan kerugian dalam jangka pendek, namun untuk jangka panjang akan memberi keuntungan yang lebih besar bagi ekonomi AS.

Meski demikian, sejumlah legislator, termasuk para Republikan dari negara-negara bagian yang sangat mengandalkan pertanian, mengecam rencana kompensasi Trump bagi para petani AS itu.

“Para petani kami menginginkan perdagangan bukan bantuan,” kata Kevin Cramer, seorang anggota Kongres dari Partai Republik yang mewakili North Dakota, sebuah negara bagian yang seperempat pendapatannya diperoleh dari pertanian.

Related posts