Header Ads

Trump : Kesepakatan Dagang Harus Menunggu Pemilihan Presiden AS

Pada hari Selasa kemarin waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan dengan Cina kemungkinan harus menunggu sampai setelah pemilihan presiden AS pada November 2020 mendatang, sehingga memetahkan harapan bahwa kedua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut akan segera mencapai kesepakatan awal untuk mengurangi dampak perang perdagangan mereka.

Pernyataan ini sontak mengirim harga saham jatuh ke kisaran yang lebih rendah sekaligus memicu para investor untuk memburu aset safe haven, termasuk obligasi Treasury AS.

Komentar Trump muncul ketika sumber-sumber di Beijing dan Washington yang akrab dengan perundingan mengatakan bahwa kedua negara telah membuat kemajuan, tetapi masih memperdebatkan apakah tarif AS yang ada akan dihapus, termasuk juga mendiskusikan mengenai pembelian Cina terhadap produk pertanian AS sebagai bagian dari kesepakatan fase pertama pada level tertentu.

Sebuah sumber dari pemerintah Beijing mengatakan bahwa Cina harus memiliki persyaratan tertentu, karena pihaknya telah menjanjikan untuk melakukan lebih banyak pembelian terhadap hasil pertanian AS. Sedangkan sebuah sumber yang berbasis di Washington, mengatakan bahwa pihak AS bersedia untuk menghapus sejumlah kebijakan tarif mereka, namun tetap menginginkan adanya konsensi tambahan dari Beijing guna mengekang transfer teknologi AS secara paksa ke perusahaan-perusahaan Cina.

Kesepakatan yang dibahas mencakup mengenai perlindungan baru untuk merek dagang, hak cipta dan kekayaan intelektual lainnya, dan sebuah sumber mengatakan bahwa pembicaraan tersebut kemungkinan akan mengesampingkan mengenai transfer teknologi yang nampaknya menjadi hal yang paling sulit untuk dibahas di masa depan.

Para pakar perdagangan mengatakan kemungkinan besar tarif yang akan dihapuskan adalah bea masuk 15% yang mulai diterapkan pada 1 September lalu terhadap barang-barang konsumsi Cina senilai $125 miliar. Namun tindakan baru dari Trump kemungkinan akan membuat pejabat Cina merasa khawatir terhadap komitmen beliau untuk menegakkan kesepakatan awal.

Sekretaris Perdagangan A.S. Wilbur Ross pada hari Selasa mengatakan bahwa untuk saat ini masih ada pembicaraan di tingkat staff antara AS dan Cina, namun belum ada jadwal pertemuan tingkat tinggi antar kedua negara. Ross juga mengatakan bahwa jika tidak ada kesepakatan atau kemajuan secara substansial dalam perundingan sebelum 15 Desember, maka tarif untuk impor Cina yang tersisa, termasuk produk ponsel, komputer laptop dan mainan akan diberlakukan.

Seema Shah selaku kepala strategi di Principal Global Investors mengatakan bahwa pemerintah Cina mempercayain bahwa Presiden Trump sangat membutuhkan kesepakatan sebelum akhir tahun ini, disaat pertarungan untuk pemilihan presiden tengah memanas, dan komentar terakhir dari Trump dinilai merupakan sebuah taktik guna mendapatkan keunggulan dalam negosiasi tersebut.(WD)

Related posts