Trump Menandatangani Kesepakatan Baru NAFTA

Presiden AS Donald Trump telah menandatangani hasil negosiasi penuliasan ulang dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara dengan Meksiko dan Kanada, yang dinilai akan mempertahankan pekerjaan, kekayaan dan pertumbuhan serta disebut sebagai pengganti kesepakatan “mimpi buruk” di era Clinton.

Trump menjadikan negosiasi ulang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara sebagai prioritas selama kampanyenya di 2016 lalu, meskipun para pakar perdagangan mengatakan dampak dari Perjanjian AS-Meksiko-Kanada yang baru ini justru akan mendatangkan hasil yang lebih kecil dari sebelumnya.

Sesaat setelah menandatangani kesepakatan tersebut, Trump mengatakan bahwa ini adalah perjanjian terbaik dengan state of art yang bersifat melindungi, membela dan melayani ketiga negara. Perhelatan yang dihadiri lebih dari 70 anggota Kongres dari Partai Republik tanpa adanya anggota Kongres dari Partai Demokrat, Trump mengatakan bahwa semua pihak harus membangun masa depan yang lebih baik dari saat ini.

Kanada dan Meksiko sudah mewakili dua pasar ekspor teratas untuk barang-barang AS, namun tercapainya perjanjian dagang fase pertama dengan Cina, telah menurunkan tensi ketegangan perdagangan secara menyeluruh setelah berkontribusi terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Trump memuji para legislator Republik atas pekerjaan mereka dalam melewati kesepakatan tetapi tidak menyebutkan peran Demokrat, yang mengatakan bahwa pengaruh Demokrat akan tetap terasa meskipun mereka tidak diundang ke upcara penandatanganan tersebut.

Ketua House Ways and Means Committee dari Partai Republik, Richard Neal mengatakan bahwa pihak Demokrat pada akhirnya memberikan suara dikarenakan satu alasan yaitu mekanisme yang dibentuk Republik dan mengubah proposal dari presiden.

Pakta perdagangan NAFTA, yang berlaku sejak 19194 dibawah pemerintahan Presiden Bill Clinton, telah meruntuhkan hambatan perdagangan antara tiga negara Amerika Utara dan hasilnya perdagangan di antara mereka mengalami lonjakan.

Akan tetapi Presiden Trump dan kritikus lainnya mengatakan bahwa NAFTA telah mendorong pabrik-pabrik untuk meninggalkan AS dan pindah ke wilayah perbatasan di Selatan untuk mengambil keuntungan dari rendahnya upah buruh di Meksiko.

Hal inilah yang membuat Trump melontarkan ancaman akan meninggalkan NAFTA jika dirinya tidak bisa mendapatkan kesepakatan yang lebih baik, yang pada akhirnya menciptakan ketidakpastian di perdagangan regional.

Negosiator perdagangannya, Robert Lighthizer, mendesak pakta tersebut merubah aturan untuk mengembalikan pekerjaan di sektor pabrikan ke wilayah AS.

Dalam perjanjian baru disebutkan bahwa produsen mobil mendapatkan 75% dari konten produksi mereka dari dalam wilayah AS guna memenuhi syarat untuk manfaat bebas. Ini berarti akan lebih banyak konten otomatis harus datang dari Amerika Utara, bukan hasil impor yang murah dari Cina atau tempat lainnya.

Setidaknya sebanyak 40% produk kendaraan harus berasal dari fasilitas pabrik dimana para pekerjanya menghasilkan $16 per jam.

Aturan ini pada dasarnya akan menguntungkan pihak AS dan Kanada, namun tidak akan dirasakan oleh Meksiko dimana para pekerja perakitannya otomatis dibayar hanya sebagian kecil dari upah yang diberlakukan di AS atau Kanada.

Komisi Perdagangan Internasional AS yang independen tahun lalu menghitung bahwa kesepakatan AS-Meksiko-Kanada akan menambah 0.35%, atau sekitar $68 milliar, ke pertumbuhan ekonomi dan mampu menghasilkan 176 ribu pekerjaan selama enam tahun kedepan.(WD)

Related posts