Header Ads

Trump Mengatakan Akan Mengenakan Tarif Bagi Brasil Dan Argentina

Ketegangan perdagangan global kembali timbul setelah Presiden AS Donald Trump melalui sosial media Twitter mengumumkan akan mengenakan tarif terhadap impor baja dan aluminium dari Brasil dan Argentina, yang mana ini merupakan suatu langkah yang mengejutkan para pejabat AS.

Hal ini dilakukan oleh Presiden Trump karena dirinya melihat terjadinya devaluasi mata uang secara besar-besaran di kedua negara di kawasan Amerika Latin tersebut, yang dinilai akan sangat merugikan perdagangan internasional AS, terutama dari sektor pertaniannya.

Namun fakta yang terjadi justru sebaliknya, dimana Brasil dan Argentina telah secara aktif berupaya untuk memperkuat nilai tukar mata uang mereka masing-masing terhadap Greenback. Sejumlah analis mengatakan bahwa asal mula keputusan Trump tersebut kemungkinan terletak pada konsekuensi politik AS dari terjadinya perang dagang dengan Cina.

Para petani AS dinilai mewakili demografi kunci bagi Trump menjelang pemilihan presiden di November 2020 mendatang, dan mereka telah merasakan saat sengketa perdagangan dengan Cina telah merusak daya saing produk pertanian AS, yang berpotensi meningkatkan pendapatan sektor pertanian Brasil dan Argentina yang melakukan perdagangan dengan Cina.

Kepala Stretagis Investasi di Martin Currie, Kim Catechis mengatakan bahwa bagi mayoritas warga Brasil hal ini merupakan sebuah balas dendam terhadap petani kedelai di negara tersebut, yang telah mendapatkan manfaat besar dari perang dagang AS-Cina, dimana Beijing mengganti kedelai AS dengan produk kedelai dari Brasil.

Akan tetapi Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, yang merupakan salah satu penggemar Donald Trump dan terus mencari hubungan yang lebih dekat dengan AS, mengaku bahwa dirinya tidak melihat hal ini sebagai sebuah balas dendam dan mengaku akan meminta pihak AS untuk bertemu guna mencari solusi terkait hal tersebut.

Sementara itu Menteri Produksi Argentina, Dante Sica mengatakan bahwa pengumuman itu merupakan suatu hal yang tidak terduga, dan saat ini dirinya tengah mencari upaya untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat AS. Selain itu Kementerian Luar Negeri Argentina mengatakan bahwa pihaknya akan memulau negosiasi dengan Departemen Luar Negeri AS.

Sica mengatakan bahwa pihaknya berusaha untuk mendapatkan lebih banyak ketetapan mengenai pengumuman tersebut dan apa dampaknya bagi kedua belah pihak, baik secara komersial maupun administratif.(WD)

Related posts