Trump Mengkritik Kebijakan Suku Bunga Federal Reserve Meskipun Ekonomi Telah Kuat

Presiden AS Donald Trump mengkritik kebijakan suku bunga Federal Reserve meskipun sebagian besar para ekonom percaya, pertumbuhan inflasi yang tertinggi dalam tujuh tahun dan pengangguran terendah dalam 40 tahun membenarkan kenaikan suku bunga baru-baru ini dan sehingga membuat dollar AS yang kuat.

Trump mengatakan dia khawatir tentang dampak potensial pada ekonomi AS dan daya saing perusahaan Amerika dari kenaikan suku bunga dan dollar yang lebih kuat.

“Saya tidak senang,” katanya dalam sebuah wawancara di televisi CNBC. “Karena ekonomi naik dan mereka ingin menaikkan suku bunga lagi … Saya tidak senang tentang itu. Tetapi pada saat yang sama saya membiarkan mereka melakukan apa yang mereka rasa terbaik.” “Saya tidak menyukai semua pekerjaan yang kami masukkan ke dalam ekonomi dan kemudian saya melihat suku bunga naik,” katanya.

Trump mengatakan dia khawatir bahwa “mata uang Cina anjlok seperti batu” dan dolar AS yang kuat “menempatkan kita pada posisi yang kurang menguntungkan.”

Setelah lebih dari enam tahun mencatat suku bunga rendah dengan membantu perekonomian AS pulih dari krisis keuangan 2008, the Fed mulai perlahan menaikkan suku bunga lagi pada Desember 2015 dan telah naik hingga  lima kali sejak Trump menjabat pada Januari 2017.

Pada pertemuan kebijakan moneter dibulan Juni, Federal Reserve menaikan suku bunga dilevel 2.00 % dan dalam sebuah pidato kepada Kongres minggu ini, Ketua Fed Jerome Powell mengulangi pandangannya bahwa suku bunga akan terus meningkat perlahan-lahan sekarang karena tingkat pengangguran berada di titik terendah sejak 1960-an dan inflasi harga konsumen adalah 2.9 persen per tahun pada bulan Juni.

Bank Sentral memproyeksikan adanya dua kali lagi kenaikan suku bunga tahun ini dan tiga lagi pada 2019.

Pertumbuhan ekonomi AS yang stabil sekitar 2.0 persen pada kuartal pertama tahun ini dan meningkatnya suku bunga, pada saat Bank Sentral Eropa dan Bank Jepang mempertahankan suku bunga mereka rendah, membantu dolar AS naik ke level tertinggi dalam tahun ini di bulan Juli.

Related posts