Trump Menuding The Fed Telah Menempatkan Ekonomi AS Kedalam Risiko

Hubungan antara Federal Reserve dengan Presiden AS Donald Trump nampaknya belum bisa dibilang harmonis, seiring apa yang dikatakan oleh Jerome Powell baru-baru ini bahwa Presiden Trump selalu menyalahkan The Fed karena menempatkan ekonomi AS dalam risiko, sementara data ekonomi justru menunjukkan bahwa kondisi ekonomi negara tersebut dalam kondisi yang cukup baik.

Hal yang mendasari tudingan Trump ini berdasarkan laju pertumbuhan yang sedang surut dan masih jauh dibawah target 3% di tingkat tahunan yang menjadi bahan kampanyenya di 2016, selain itu defisit perdagangan saat ini semakin melebar dan tidak ada tanda-tanda kemenangan dalam trade war dengan Cina, serta masih jauh dari lonjakan investasi yang sebelumnya dijanjikan oleh Trump menyusul pemangkasan pajak perusahaan dan laju belanja modal di sektor bisnis yang menjadi salah satu penghambat pertumbuhan secara keseluruhan.

Dengan mengacu kepada semua hal tersebut, Trump bersikap menyalahkan pihak bank sentral yang pendekatan jangka panjangnya terhadap kebijakan moneternya dinilai berbenturan dengan kepentingan Trump yang lebih mengarah kepada hal yang sebaliknya dari kebijakan bank sentral yang ada saat ini.

Sasaran kebijakan The Fed mengenai lapangan kerja yang maksimal, stabilitas harga serta suku bunga jangka panjang yang lebih moderat, dinilai oleh sebagian kalangan sangat berbeda dengan apa yang menjadi prioritas ekonomi pemerintah atau kepentingan politik partai yang berkuasa.

Sikap Trump yang cenderung tidak suka dengan kebijakan dari The Fed, berawal saat jajaran pengambil kebijakan The Fed menaikkan suku bunga mereka, yang dinilai oleh Trump justru akan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi AS.

Tuntutan Trump terhadap The Fed untuk merangsang laju pertumbuhan ekonomi, sebaliknya telah bergerak jauh melampaui konvensi dari pemerintahan Trump, seperti kebijakan The Fed untuk memulai kembali pembelian aset seperti saat era krisis, di saat tingkat pengangguran yang berada di level rendahnya secara historis.

Pada pertemuan kebijakan terbaru, komite penetapan suku bunga The Fed memutuskan untuk melangkah lebih jauh dengan memotong suku bunga acuan untuk pinjaman, yang mana langkah tersebut sebagian besar bisa dibilang sebagai respon terhadap keinginan Trump, dan bukan karena kebutuhan dari arah kebijakan bank sentral tersebut.

Meskipun pedagang mengharapkan Fed untuk menurunkan suku bunga dua kali lebih banyak tahun ini, dan ditambah dengan harga obligasi yang mungkin mencerminkan adanya peningkatan risiko, namun para pejabat The Fed merasa bahwa kebijakan pemangkasan suku bunga ini bukan disebabkan karena adanya permasalahan mendasari dikeluarkannya kebijakan tersebut.(WD)

Related posts