Header Ads

Trump Menunda Tarif Terhadap Sejumlah Produk Impor Cina

Kantor perwakilan dagang Amerika Serikat (USTR), mengatakan bahwa tarif baru untuk barang-barang konsumen tertentu akan mengalami penundaan hingga 15 Desember mendatang, sementara produk-produk lainnya dikeluarkan dari daftar barang yang dikenakan tarif baru terhadap produk impor Cina.

Laporan ini setidaknya telah meredakan kekhawatiran pasar mengenai musim belanja liburan. USTR juga mengatakan bahwa penundaan ini akan mempengaruhi laju permintaan terhadap sejumlah produk elektronik, termasuk produk telepon seluler, laptop dan konsol video game, serta memberikan pengaruh terhadap sejumlah produk pakaian, sepatu serta produk mainan tertentu.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa pada awal bulan ini Presiden Donald Trump telah mengumumkan putaran baru tarif sebesar 10% terhadap produk impor Cina senilai $300 milliar. Dengan adanya berita tersebut, pasar indeks saham Dow Jones sontak menguat dan mencatat kenaikan lebih dari 350 poin, sementara indeks S&P 500 melonjak hingga 1.48% dan indeks Nasdaq mencatat kenaikan 1.95%, yang dibantu juga dengan data indeks harga konsumen AS.

Penundaan pemberlakukan tarif terhadap produk teknologi utama, telah memberikan dorongan terhadap saham-saham perusahaan teknologi dan distributor item teknologi, seperti saham Apple Inc yang diperdagangkan 4.2% lebih tinggi dan saham Best Buy yang melonjak hingga 6.5% saat sesi perdagangan waktu New York semalam. Selain barang-barang yang tersebut diatas, sejumlah produk lainnya yang ada dalam daftar penundaan pemberlakuan tarif, diantaranya adalan makanan, beberapa jenis bahan kimia, kembang api, produk bayi serta peralatan olahraga.

Lembaga tersebut tidak menentukan item mana yang akan dihapus dari daftar, namun pihaknya mengatakan akan melakukan proses seleksi terhadap produk-produk yang dikenakan tarif tambahan. Pada hari Selasa kemarin, Presiden trump mengatakan bahwa keputusannya untuk menunda tarif menjelang musim Natal adalah untuk menghindari dampak terhadap laju belanja konsumen di musim liburan, sekaligus menegaskan bahwa penundaan ini akan membantu banyak pihak.

Sementara itu secara terpisah, Kementerian Perdagangan Cina mengatakan bahwa Wakil Perdana Menteri Liu He telah berbicara melalui telepon dengan Robert Lightizer selaku Perwakilan Dagang AS dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin, guna bersepakat untuk kembali melakukan pembicaraan negosiasi perdagangan dalam dua pekan kedepan.

Putaran pembicaraan perdagangan berikutnya diperkirakan akan berlangsung pada bulan September, setelah kebijakan tarif baru diberlakukan.

Selama setahun terakhir ketidakpastian mengenai trade war AS-Cina telah menimbulkan beban yang besar terhadap pasar, dan hal ini dinilai oleh para pelaku pasar dan investor masih akan menimbulkan tekanan seiring belum tercapainya kesepakatan diantara kedua negara ekonomi terbesar dunia tersebut.(WD)

Related posts