Header Ads

UBS : The Fed Akan Memangkas Suku Bunga Tiga Kali Di Tahun Ini

Raksasa wealth management asal Swiss, UBS memperkirakan bahwa Federal Reserve berpotensi menurunkan tingkat suku bunga acuannya sebanyak tiga kali selama tahun 2020 ini.

Perkiraan ini bertolak belakang denganbanyak proyeksi sebelumnya yang menyerukan untuk tidak ada perubahan atau hanya ada satu kali kebijakan penurunan suku bunga The Fed di tahun ini.

Kepala peneliti ekonomi global di UBS, Arend Kapteyn mengatakan bahwa tarif yang ditetapkan dalam perang perdagangan antara Washington dan Beijing dinilai akan menurunkan laju pertumbuhan ekonomi AS menjadi hanya 0.5% di tingkat tahunan pada periode paruh pertama tahun ini.

Pihak AS terakhir kali menaikkan tarif terhadap barang-barang impor dari Cina pada bulan September lalu, dan Cina menindaklanjuti langkah tersebut dengan kenaikan bea masuknya sendiri terhadap berbagai produk impor dari AS.

Kenaikan tarif lebih lanjut, yang pada awalnya dijadwalkan pada bulan Desember lalu, telah mengalami penundaan karena kedua belah pihak sepakat untuk menuntaskan perang dagang dengan apa yang disebut sebagai kesepakatan perdagangan fase pertama.

Lebih lanjut Arend mengatakan kepada CNBC, bahwa pihaknya menilai jika kerusakan tarif ini akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi AS ke tingkat yang lebih rendah, yang mana hal tersebut yang akan memicu terjadinya tiga kali pemangkasan suku bunga The Fed, yang membuat sejumlah pihak tidak mempercayainya karena jauh dari perkiraan konsensus sebelumnya.

Sebelumnya CME FedWatch menempatkan probabilitas lebih dari 50% bahwa The Fed akan tetap bertahan dengan suku bunga hingga September lalu.

Namun untuk pertemuan kebijakan bank sentral di bulan November dan Desember, probabilitas tersebut turun menjadi 47% dan 40.5%. Prosentase ini berdasarkan pada penetapan harga berjangka dari pasar secara langsung dan memberikan cerminan penilaian dari para pedagang yang menempatkan taruhannya secara riil di bursa CME.

Arend juga mencatat bahwa para pejabat The Fed telah menunjukkan sedikit kecenderungan untuk melakukan langkah apapun, dengan notulen pertemuan terakhir yang menunjukkan bahwa mereka telah berada di fase yang nyaman untuk menahan suku bunga dan berkeinginan untuk melihat adanya penurunan materi secara material dalam data ekonomi, sebelum melakukan penilaian kembali terhadap posisi langkah kebijakan mereka sendiri.

Untuk itu Arend berpikir bahwa pihaknya akan melihat adanya kebijakan penurunan suku bunga tersebut dan pasar perlu sedikit bukti tambahan bagi The Fed untuk menuju ke arah langkah kebijakan tersebut, sehingga pihaknya mampu memperkirakan bahwa pemangkasan suku bunga pertama akan terjadi di bulan Maret, tanpa harus melihat hilangnya momentum pertumbuhan terlebih dahulu.

Meskipun demikian beliau menekankan bahwa dampak dari kebijakan tarif bisa saja bersifat sementara dan ekonomi AS tidak sedang menuju ke fase resesi. Jadi pada dasarnya Arend menilai bahwa gangguan yang ditimbulkan oleh kebijakan tarif hanya bersifat sementara, sehingga dapat terlewati dalam waktu yang singkat untuk kemudian kembali ke jalur pertumbuhannya.(WD)

Related posts