UE Setuju Memberikan Penundaan Brexit Jika Kesepakatan Disetujui

Pihak Uni Eropa sudah menyetujui untuk memberikan waktu penundaan bagi keluarnya Inggris dari blok tersebut, namun seberapa lama penundaannya akan sangat bergantung kepada keputusan parlemen Inggris mau menerima atau tidak perjanjian Brexit yang dinegosiasikan sebelumnya.

Hal ini dikatakan oleh Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk yang menyampaikan bahwa Uni Eropa akan memberikan perpanjangan waktu hingga 22 Mei jika Perdana Menteri Inggris Theresa May mampu meyakinkan para anggota parlemen Inggris untuk menerima kesepakatan yang ada. Jika May tidak mampu untuk meyakinkan parlemen untuk memberikan persetujuannya terhadap kesepakatan Brexit, maka Inggris akan menghadapi proses Brexit yang semakin tidak teratur dari Uni Eropa.

Sebelumnya May telah meminta kepada Brussels untuk pelaksanaan Brexit yang sedianya akan terlaksana pada 29 Maret nanti, untuk ditunda setidaknya selama tiga bulan hingga akhir Juni mendatang. Hal ini menjadi pekerjaan berat bagi May, mengingat bahwa parlemen Inggris telah dua kali menolak perjanjian Brexit yang telah dinegosiasikan dengan pihak Uni Eropa, sehingga menimbulkan sentimen yang negatif bagi proses keluarnya Inggris dari blok tersebut akibat dari tidak adanya kepastian yang mengikat serta perjanjian yang dapat memberikan keuntungan bagi Inggris dalam hal perdagangannya.

Saat berbicara dengan para wartawan, Perdana Menteri Theresa May mengatakan bahwa dirinya percaya bahwa Inggris akan benar-benar mampu pada akhirnya untuk keluar dari keanggotan di Uni Eropa, dan mampu untuk mandiri meskipun tidak mempunyai akses langsung ke pasar terbuka Eropa.

Lebih lanjut May mengatakan bahwa walau bagaimanapun Inggris harus meninggalkan Uni Eropa, dan dirinya percaya bahwa ini semua juga menjadi tugas dari pemerintah Inggris, termasuk para anggota parlemen untuk menghormati hasil referendum rakyat Inggris dan untuk itu pemerintah dan parlemen harus sejalan guna mewujudkan hal tersebut secara baik.(WD)

Related posts