Uni Eropa Memberikan Dispensasi Sekali Bagi Perancis

Uni Eropa akan menerima Perancis menjalankan defisit anggaran lebih tinggi dari plafon Uni Eropa yang sebesar 3 persen pada tahun depan, asalkan itu hanya diberlakukan untuk satu kali, Komisaris Anggaran Uni Eropa Guether Oettinger mengatakannya pada hari Kamis.

Prancis mengatakan pekan lalu bahwa defisit tajuknya dapat tumbuh menjadi 3.2 persen dari output tahun depan dari 2.8 persen yang direncanakan semula.

Presiden Emmanuel Macron berada di bawah tekanan kuat dari protes keras di dalam negeri untuk meringankan dampak reformasi fiskal.

“Dalam kondisi ini, kami akan mentolerir defisit anggaran nasional lebih tinggi dari tiga persen sebagai pengecualian satu kali. Namun, itu tidak boleh berlanjut melampaui 2019,” kata Oettinger kepada kelompok media Funke dalam sebuah wawancara.

Oettinger mengatakan Macron telah “kehilangan otoritas” dengan mengeluarkan rancangan anggaran yang melebihi batas defisit 3 persen Uni Eropa. “Tapi dia tetap menjadi pendukung kuat Uni Eropa.”

Brussels telah meninjau anggaran Perancis beberapa minggu yang lalu dan badan eksekutif UE tidak akan mengunjunginya lagi, kata Oettinger.

“Sekarang penting bahwa Macron melanjutkan agenda reformasinya, terutama di pasar tenaga kerja, dan bahwa Prancis tetap pada jalur pertumbuhannya.”

Related posts